KLIKPOSITIF – Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah seseorang berada di atas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa perubahan gaya hidup, terutama melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik, menjadi langkah utama untuk mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes.
Ahli gizi sekaligus spesialis edukasi perawatan diabetes dari Brigham and Women’s Hospital yang berafiliasi dengan Harvard, Nancy Oliveira, mengatakan bahwa tidak ada satu jenis makanan ajaib yang dapat mencegah diabetes. Menurutnya, yang paling penting adalah pola makan secara keseluruhan.
“Fokus pada pola makan sehari-hari memungkinkan seseorang tetap menikmati makanan favorit sesekali tanpa mengabaikan kesehatan,” ujarnya.
Prediabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang berfungsi membantu memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Seiring waktu, tubuh juga dapat mengalami penurunan kemampuan memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.
Secara umum, kadar gula darah puasa normal berada pada kisaran 70 hingga 99 miligram per desiliter (mg/dL). Seseorang dikategorikan mengalami prediabetes jika kadar gula darah puasanya berada di antara 100 hingga 125 mg/dL. Sementara itu, kadar gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih mengindikasikan diabetes.
Jika tidak dikelola dengan baik, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan ginjal.
Menurut para ahli, pola makan sehat dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Selain itu, pola makan yang baik juga berperan dalam membantu menurunkan berat badan berlebih.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sekitar 7 persen dari total berat badan dapat secara signifikan mengurangi risiko berkembangnya diabetes. Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 72 kilogram hanya perlu menurunkan sekitar 5 kilogram untuk memperoleh manfaat tersebut.
Namun demikian, manfaat pola makan sehat tidak hanya bergantung pada penurunan berat badan. Dalam praktiknya, banyak pasien yang hanya kehilangan beberapa kilogram berat badan tetapi tetap mengalami perbaikan kadar gula darah dan kolesterol.
Untuk membantu mengendalikan kadar gula darah, para ahli merekomendasikan konsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi yang wajar. Pilihan makanan yang disarankan antara lain sayuran nontepung seperti brokoli, wortel, kembang kol, tomat, dan sayuran hijau; sumber protein tanpa lemak seperti ikan, telur, kacang-kacangan, lentil, tahu, dan tempe; serta buah-buahan segar seperti apel, jeruk, pir, melon, dan aneka buah beri.
Selain itu, biji-bijian utuh seperti roti gandum, beras merah, oatmeal, quinoa, serta umbi-umbian seperti ubi jalar juga dianjurkan sebagai sumber karbohidrat yang lebih sehat. Produk susu rendah lemak, minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga termasuk pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan metabolik.
Sebaliknya, pola makan untuk prediabetes umumnya membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, karbohidrat olahan, makanan cepat saji, makanan yang digoreng, serta minuman beralkohol.
Para ahli menyimpulkan bahwa perubahan pola makan yang sederhana namun konsisten dapat menjadi langkah efektif untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah prediabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2. Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, risiko berbagai komplikasi penyakit kronis juga dapat ditekan.

12 hours ago
2

















































