
Ilustrasi penelitian./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah mulai menggeber penguatan sektor riset nasional dengan menaikkan anggaran hingga Rp4 triliun. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan riset di Indonesia tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, arahan peningkatan anggaran riset sebenarnya telah disampaikan Presiden dalam pertemuan sebelumnya di Istana Kepresidenan.
"Di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita sampai di angka Rp4 triliun," kata Prasetyo kepada wartawan usai mendampingi Presiden dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Minggu (28/6/2026).
Menurut Prasetyo, langkah tersebut kini tengah dimatangkan bersama sejumlah lembaga kunci, seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN.
"Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindaklanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, bersama dengan Bappenas dan BRIN yang sekarang dipimpin oleh Prof. Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita," ujarnya.
Pemerintah juga tengah menyusun peta jalan (roadmap) riset nasional agar seluruh penelitian berjalan dalam satu arah yang sama. Dengan pendekatan ini, riset yang dilakukan berbagai institusi tidak lagi terfragmentasi, melainkan terintegrasi dalam satu visi besar pembangunan.
"Jadi peta jalan riset seperti tadi bukunya kan juga sudah dihasilkan yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design," katanya.
Lebih jauh, pemerintah menekankan bahwa riset yang didanai negara harus bersifat aplikatif dan mampu menjawab persoalan nyata di lapangan. Presiden Prabowo, kata Prasetyo, memberikan perhatian besar pada riset yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," ujarnya.
Sejumlah sektor prioritas pun mulai diarahkan, di antaranya pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy) serta pengembangan transisi energi dari LPG ke compressed natural gas (CNG).
"Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan dari LPG menuju ke CNG. Nah, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," kata Prasetyo.
Dengan dorongan anggaran dan arah kebijakan yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap riset nasional tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga mampu menjadi motor solusi bagi tantangan besar Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































