Prabowo Ungkap Pertanyaan ke Profesor soal Gandum hingga Sawit

2 hours ago 2

Prabowo Ungkap Pertanyaan ke Profesor soal Gandum hingga Sawit

Presiden Prabowo Subianto. - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebiasaannya berdiskusi dengan para profesor di berbagai perguruan tinggi untuk mencari jawaban atas sejumlah persoalan strategis nasional. Salah satu topik yang kerap ia tanyakan adalah mengapa Indonesia masih bergantung pada impor gandum dan belum mampu memaksimalkan produktivitas kelapa sawit maupun industri otomotif nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sarasehan Kebangsaan yang diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat (26/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menilai kalangan akademisi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa melalui riset dan inovasi.

Prabowo mengatakan dirinya beberapa kali mendatangi kampus untuk berdiskusi langsung dengan para profesor mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.

Salah satu pertanyaan yang dia lontarkan berkaitan dengan pengembangan benih gandum di dalam negeri. Menurutnya, Indonesia perlu mencari solusi agar ketergantungan terhadap impor komoditas tersebut dapat dikurangi.

"Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Kenapa?," kata Prabowo.

Selain membahas gandum, Prabowo juga mempertanyakan produktivitas kelapa sawit Indonesia yang dinilainya masih berada di bawah Malaysia meski memiliki lahan yang lebih luas.

"Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektar di Malaysia lebih produktif dari kita? Kenapa di Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?," ujarnya.

Presiden juga mengaku sering mempertanyakan kepada kalangan akademisi alasan Indonesia belum memiliki industri sepeda motor yang sepenuhnya diproduksi oleh anak bangsa. Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari solusi terhadap tantangan pembangunan sektor industri nasional.

Meski demikian, Prabowo mengaku kini memiliki kebanggaan tersendiri karena Indonesia telah mampu menghasilkan mobil karya anak bangsa yang digunakan sebagai kendaraan kepresidenan.

"Saya ada satu kepuasan mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan saya bisa pulang dengan mobil buatan Indonesia," katanya.

Mobil yang dimaksud adalah kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad yang digunakan Presiden Prabowo sebagai kendaraan kepresidenan saat pelantikannya. Kehadiran kendaraan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu contoh kemajuan industri nasional yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news