Jumali Kamis, 25 Juni 2026 11:37 WIB

Ekuador vs Jerman/Instagram: germanfootball_dfb
Harianjogja.com, JOGJA—Laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 mempertemukan Jerman dan Ekuador di MetLife Stadium, New Jersey, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 03.00 WIB ini menghadirkan dua tim dengan situasi yang sangat berbeda.
Jerman telah memastikan tiket ke babak 32 besar sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen Grup E setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Sebaliknya, Ekuador berada di ujung tanduk dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Situasi klasemen membuat tekanan sepenuhnya berada di kubu Ekuador. Tim asuhan Sebastián Beccacece saat ini hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan dan tertinggal dari Pantai Gading yang berada di posisi kedua.
Kondisi tersebut membuat kemenangan menjadi target mutlak. Hasil imbang diperkirakan tidak cukup untuk mengamankan posisi sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Ekuador sebenarnya tidak tampil buruk sepanjang turnamen. Pada laga pembuka melawan Pantai Gading, mereka tiga kali membentur tiang gawang sebelum akhirnya kalah 0-1 akibat gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Nasib serupa kembali menghampiri saat menghadapi Curacao. Ekuador mendominasi pertandingan dengan 27 tembakan, namun gagal mencetak gol setelah kiper Curacao, Eloy Room, tampil gemilang dengan 15 penyelamatan.
Catatan tersebut membuat Ekuador telah melepaskan 16 tembakan tepat sasaran dalam dua pertandingan tanpa menghasilkan satu gol pun. Statistik itu menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Piala Dunia.
Sementara itu, Jerman justru tampil sangat impresif. Tim besutan Julian Nagelsmann membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao sebelum mengalahkan Pantai Gading 2-1 melalui gol kemenangan pada menit ke-94.
Salah satu sorotan utama datang dari Deniz Undav. Penyerang Stuttgart tersebut telah mencatat tiga gol dan dua assist hanya dalam 56 menit bermain sepanjang turnamen.
Meski sudah memastikan kelolosan, Jerman tetap memiliki motivasi besar untuk meraih kemenangan. Jika mampu mengalahkan Ekuador, Die Mannschaft akan menyamai rekor 12 kemenangan beruntun yang pernah dicatat Jerman Barat pada periode 1979-1980.
Selain itu, kemenangan akan membuat Jerman menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006.
Gelandang Jerman, Nadiem Amiri, menegaskan timnya tidak akan menganggap remeh pertandingan tersebut.
"Kami harus menjaga momentum ini. Kemenangan menumbuhkan kepercayaan diri. Kami berutang kepada tim lain untuk menghadapi pertandingan ini seolah-olah turnamen kami sendiri bergantung padanya," ujar Amiri dikutip dari Bulinews.
Nagelsmann dipastikan melakukan satu perubahan di lini belakang setelah Nico Schlotterbeck mengalami cedera ligamen pergelangan kaki dan harus mengakhiri turnamen lebih cepat. Antonio Rüdiger diperkirakan akan berduet dengan Jonathan Tah di jantung pertahanan.
Di kubu Ekuador, Beccacece tidak menghadapi masalah cedera baru. Namun, sejumlah perubahan komposisi pemain kemungkinan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas lini depan yang masih mandul sepanjang turnamen.
Laga ini juga menjadi kesempatan terakhir Ekuador untuk menghindari catatan buruk. Jika kembali gagal mencetak gol, mereka berpotensi menjadi tim Amerika Selatan kedua setelah Bolivia yang menyelesaikan Piala Dunia tanpa satu gol.
Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Jerman tetap menjadi favorit untuk meraih kemenangan. Die Mannschaft memiliki probabilitas menang sebesar 48,8 persen, sedangkan Ekuador berada di angka 28,2 persen. Peluang hasil imbang tercatat sebesar 23 persen.
Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, Jerman memiliki kualitas skuad, produktivitas gol, dan momentum yang lebih baik. Namun kebutuhan mutlak Ekuador untuk menang berpotensi membuat pertandingan berlangsung terbuka dan penuh tensi sejak menit awal.
Prediksi skor: Jerman 2-1 Ekuador.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
3

















































