Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat diskusi bersama ISA-IKM-IPM (Dok: KabarMakassar).KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan peningkatan produksi ayam petelur hingga 10 juta ekor guna memperkuat posisi daerah tersebut sebagai lumbung telur di Indonesia Timur.
Hal itu disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat diskusi bersama ISA-IKM-IPM di Mes Pemkab Sidrap, Jalan Bau Mangga, Makassar, Sabtu (14/3) malam.
Syahar mengungkapkan, sebelumnya ia menghadiri kegiatan buka puasa bersama ribuan peternak di Puncak Mario, Kecamatan Kulo.
Setelah berbuka dan salat tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan rapat bersama peternak serta perwakilan pabrik pakan dan obat-obatan ternak untuk membahas pengembangan sektor peternakan ayam di Sidrap.
“Semalam saya buka puasa di Puncak Mario bersama sekitar 7.000 orang. Setelah itu kami rapat dengan para peternak, pabrik pakan, dan pabrik obat-obatan untuk menyusun langkah peningkatan produksi ayam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor peternakan dan industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah karena berkontribusi sekitar 13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidrap.
Saat ini, populasi ayam petelur di Sidrap tercatat sekitar 5,1 juta ekor dengan produksi telur mencapai sekitar 5 juta butir per hari. Telur tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia Timur.
Menurut Syahar, perputaran ekonomi dari sektor ayam petelur saja mencapai sekitar Rp9 miliar per hari atau sekitar Rp1,8 triliun per tahun. Angka itu belum termasuk produksi ayam pedaging yang mencapai sekitar 10 hingga 11 juta ekor serta ternak bebek sekitar 500 ribu ekor.
“Ini yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kita di Sidrap,” katanya.
Melalui hasil rapat dengan para pelaku usaha peternakan, Pemkab Sidrap menyusun konsep pengembangan sektor peternakan untuk 2026 dengan target peningkatan populasi ayam petelur hingga 10 juta ekor.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk memanfaatkan peluang program pemerintah pusat yang menyiapkan anggaran sekitar Rp20 triliun untuk pengembangan usaha peternakan.
Syahar menyebutkan, dari program tersebut Sidrap berpotensi memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp500 miliar untuk pengembangan usaha ternak ayam.
Ia pun mendorong masyarakat Sidrap untuk memanfaatkan peluang tersebut, termasuk kalangan generasi muda hingga aparatur sipil negara (ASN).
“Bukan hanya anak muda, ASN pun saya dorong untuk beternak ayam. Banyak contoh yang berhasil, sambil jadi kepala dinas juga tetap bisa beternak,” ujarnya.
Diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Taqyuddin Masse, anggota DPRD Sulsel Mahmud, tokoh pendidikan asal Sidrap Prof Muhammad Ruslin, serta sejumlah kepala OPD dan camat.


















































