Program MBG di Gunungkidul Resmi Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

2 hours ago 2

Program MBG di Gunungkidul Resmi Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul resmi dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penghentian sementara penyaluran MBG saat peserta didik tidak menjalani kegiatan belajar.

Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M Johan Prasetyo, menegaskan penghentian ini merupakan kebijakan nasional sekaligus langkah efisiensi anggaran. Selain itu, waktu pelaksanaannya bertepatan dengan masa liburan sekolah.

“MBG berhenti sementara bersamaan dengan liburan sekolah. Nanti, kalau sudah masuk, maka program kembali dijalankan lagi,” katanya, Minggu (28/6/2026)

Ia menjelaskan, penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah dimulai sejak 22 Juni 2026 dan direncanakan aktif kembali pada 13 Juli 2026, seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Saat ini, tercatat ada 74 SPPG yang menjalankan program MBG di Gunungkidul dengan total 159.300 penerima manfaat. Meski jumlahnya cukup besar, distribusi layanan diakui belum merata di seluruh kapanewon.

Menurut Johan, masa jeda ini tidak sepenuhnya tanpa aktivitas. Justru, momen ini dimanfaatkan untuk pembenahan internal, mulai dari perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga penataan ulang ruang dapur agar lebih representatif dan memenuhi standar layanan.

“Harapannya dengan libur sementara, bisa dipergunakan SPPG untuk berbenah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan mitra SPPG Playen 1, Hari Pranowo. Ia memastikan meski layanan MBG dihentikan sementara, sejumlah petugas tetap bekerja, terutama kepala SPPG dan tenaga ahli gizi.

“Mereka tetap masuk untuk menyelesaikan administrasi dan menyesuaikan regulasi terbaru. Petugas keamanan juga tetap bertugas,” katanya.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pegawai yang diliburkan selama penghentian operasional tidak menerima upah. Sistem pembayaran baru akan kembali berjalan saat layanan MBG aktif kembali.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengaku belum menerima surat edaran resmi terkait penghentian tersebut. Meski begitu, ia membenarkan bahwa saat ini memang telah memasuki masa libur sekolah.

“Jumat (26/6/2026) menjadi hari terakhir masuk dengan agenda pembagian rapor,” ujarnya.

Ia menambahkan, libur sekolah berlangsung hingga 11 Juli 2026, sebelum siswa kembali masuk pada 13 Juli untuk memulai tahun ajaran 2026/2027.

Penghentian sementara MBG ini menunjukkan adanya penyesuaian kebijakan berbasis siklus pendidikan. Di satu sisi, efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama. Namun di sisi lain, pemerintah juga berupaya memastikan kualitas layanan semakin baik saat program kembali berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news