Jumali Minggu, 28 Juni 2026 12:47 WIB

Foto ilustrasi kakek-nenek. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Menjadi orang tua sering disebut sebagai salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidup. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terdapat tuntutan fisik dan mental yang tidak ringan. Kurang tidur, perubahan gaya hidup, tekanan ekonomi, hingga tanggung jawab mengasuh anak dalam jangka panjang membuat banyak orang tua harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh berbeda dibandingkan sebelum memiliki anak.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa pengalaman menjadi orang tua dapat memengaruhi proses penuaan biologis. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak sesederhana jumlah anak yang dimiliki. Faktor seperti tingkat stres, dukungan sosial, kondisi ekonomi, kesehatan mental, hingga gaya hidup sehari-hari juga memiliki peran besar dalam menentukan kecepatan penuaan seseorang.
Hubungan jumlah anak dan usia biologis
Beberapa penelitian menemukan adanya kaitan antara jumlah anak dan proses penuaan biologis. Kehamilan dan pengasuhan anak membutuhkan energi yang besar sehingga berpotensi memengaruhi kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Sejumlah studi mengaitkan kehamilan dengan pemendekan telomer—bagian kromosom yang sering digunakan sebagai indikator penuaan biologis. Dalam beberapa temuan, setiap kehamilan disebut dapat berkontribusi pada peningkatan usia biologis.
Namun, hasil penelitian tidak selalu menunjukkan dampak negatif. Justru ada studi yang menemukan bahwa individu dengan dua hingga tiga anak cenderung memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang memiliki anak sangat banyak atau tidak memiliki anak sama sekali.
Temuan menarik dari Finlandia
Salah satu penelitian yang melibatkan sekitar 15.000 pasangan kembar di Finlandia menunjukkan pola yang menarik. Perempuan yang memiliki empat anak atau lebih cenderung mengalami penuaan biologis lebih cepat.
Sebaliknya, perempuan dengan dua hingga tiga anak menunjukkan indikator penuaan yang relatif lebih lambat. Bahkan, dalam beberapa pengukuran biologis, kelompok tanpa anak juga menunjukkan tanda-tanda penuaan yang lebih cepat dibandingkan kelompok dengan jumlah anak moderat.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa faktor sosial dan psikologis yang menyertai kehidupan berkeluarga dapat memberikan dampak yang kompleks terhadap kesehatan jangka panjang.
Bukan hanya soal jumlah anak
Peneliti menekankan bahwa penuaan biologis dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi. Genetika, kualitas tidur, pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, serta akses terhadap dukungan sosial memiliki pengaruh yang tidak kalah besar dibandingkan jumlah anak.
Beberapa penelitian juga menyoroti bahwa memiliki banyak anak laki-laki dapat memberikan beban metabolik yang lebih tinggi selama kehamilan. Namun, hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan kesimpulan umum bagi semua keluarga.
Karena itu, hasil studi tentang jumlah anak dan penuaan sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan statistik, bukan sebagai kepastian yang berlaku untuk setiap individu.
Kebahagiaan keluarga tetap menjadi faktor penting
Di luar aspek biologis, banyak penelitian menunjukkan bahwa memiliki anak dapat memberikan manfaat emosional dan sosial yang signifikan. Hubungan keluarga yang hangat, rasa memiliki tujuan hidup, serta dukungan antaranggota keluarga dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis seseorang.
Kebahagiaan melihat anak tumbuh, berkembang, dan mencapai berbagai pencapaian hidup sering kali menjadi sumber kepuasan yang tidak dapat diukur hanya melalui indikator kesehatan biologis.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara tanggung jawab mengasuh anak dan kesehatan diri sendiri menjadi hal yang penting bagi setiap orang tua.
Menjaga kesehatan sebagai orang tua
Para ahli menyarankan orang tua untuk tetap memperhatikan kesehatan fisik dan mental di tengah kesibukan mengasuh anak. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan waktu tidur yang cukup.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Rutin berolahraga.
- Mengelola stres dengan baik.
- Memanfaatkan dukungan pasangan, keluarga, atau lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, usia biologis hanyalah salah satu indikator kesehatan. Yang lebih penting adalah kualitas hidup, kesehatan jangka panjang, dan kebahagiaan yang dirasakan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































