PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Upaya percepatan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan progres signifikan. Dalam kurun waktu sekitar delapan hingga sembilan hari sejak ditekankan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, capaian pekerjaan kini telah menyentuh angka 70 persen.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut menjadi indikator kuat bahwa target penyelesaian dalam waktu satu bulan dapat terpenuhi. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung lokasi terdampak di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Rabu (22/4/2026).
“Lebih kurang delapan hari pasca kunjungan Menteri Pertanian yang menekankan percepatan pemulihan, progresnya sudah sangat menggembirakan. Saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Ini perkembangan yang luar biasa,” ujar Afniwirman.
Ia menjelaskan, sebagian besar tahapan krusial telah berhasil diselesaikan, termasuk mobilisasi dan distribusi material ke lokasi-lokasi terdampak. Dengan rampungnya tahap tersebut, pekerjaan kini difokuskan pada pembentukan pematang sawah sebagai bagian akhir dari proses rehabilitasi lahan.
“Material sudah selesai didatangkan, sekarang tinggal pengerjaan pematang. Kita optimistis dalam beberapa hari ke depan tahap ini selesai dan bisa segera dilanjutkan ke proses penanaman,” tambahnya.
Secara keseluruhan, luas lahan sawah yang terdampak dan tengah direhabilitasi di Padang Pariaman mencapai sekitar 198 hektare. Dari jumlah tersebut, kawasan Nagari Pasia Laweh menjadi salah satu fokus utama dengan luas mencapai 22 hektare. Sementara itu, sekitar 70 hektare lainnya tersebar di sejumlah titik dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan intensif.
Afniwirman menegaskan, percepatan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga keterlibatan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.
Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, pemerintah daerah berharap proses rehabilitasi dapat segera rampung sesuai target, sehingga para petani bisa kembali mengolah lahan dan memastikan keberlanjutan produksi pangan di wilayah tersebut.
“Kalau melihat kondisi saat ini, target satu bulan itu sangat memungkinkan tercapai. Kita ingin petani segera kembali menanam dan roda ekonomi masyarakat bisa pulih lebih cepat,” tutup Afniwirman.

1 week ago
12




















































