Sekolah Rakyat Gulurejo Kekurangan Guru, Disdikpora Turun Tangan

5 hours ago 3

Sekolah Rakyat Gulurejo Kekurangan Guru, Disdikpora Turun Tangan

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mulai menyiapkan penugasan guru sementara di Sekolah Rakyat (SR) Gulurejo, Kapanewon Lendah, menyusul masih terbatasnya tenaga pendidik yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan matrikulasi tetap berjalan sembari menunggu proses rekrutmen guru oleh Kementerian Sosial (Kemensos) rampung.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi, mengatakan penugasan guru sementara merupakan tindak lanjut atas arahan Kemensos. Meski sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan tenaga pendidik, pihaknya tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dimiliki.

"Dinas Dikpora pada prinsipnya siap mensupport, meskipun tidak bisa sepenuhnya sesuai yang dibutuhkan. Kebutuhan guru untuk sekolah formal yang menjadi tanggung jawab Pemda juga dalam kondisi kekurangan," ujar Nur Wahyudi saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).

Prioritaskan Guru Non-TPG

Disdikpora Kulonprogo menyiapkan sejumlah kriteria dalam menentukan guru yang akan diperbantukan di SR Gulurejo. Prioritas diberikan kepada guru yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan mengajar di sekolah dengan jumlah peserta didik maupun rombongan belajar yang relatif sedikit.

Menurut Nur Wahyudi, kelompok guru tersebut umumnya belum memenuhi syarat minimal jam mengajar sehingga masih memungkinkan untuk mendapatkan penugasan tambahan di Sekolah Rakyat.

"Guru yang akan diperbantukan ke SR selama masa MPLS dan matrikulasi adalah guru yang belum TPG, karena syarat minimal jam mengajarnya belum terpenuhi akibat bertugas di sekolah kecil atau rombongan belajar (rombel) kecil," jelas Nur Wahyudi.

Kebijakan tersebut juga dimaksudkan agar proses pembelajaran di sekolah asal tidak terganggu. Guru yang telah memperoleh sertifikasi dan menerima TPG umumnya telah memiliki beban mengajar penuh sehingga pemindahan sementara dikhawatirkan memengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah induk.

Faktor Domisili Jadi Pertimbangan

Selain mempertimbangkan status TPG, Disdikpora juga memprioritaskan guru yang berdomisili di sekitar kawasan SR Gulurejo. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan mobilitas sekaligus meningkatkan efisiensi selama masa penugasan.

"Diutamakan guru yang berdomisili di seputar lokasi SR Gulurejo. Pertimbangan mengambil guru yang belum TPG untuk tugas sementara di SR karena apabila menugaskan guru yang sudah sertifikasi beban mengajarnya sudah penuh sehingga akan mengganggu tugas di sekolah induknya," ungkapnya.

Hingga kini, Disdikpora masih melakukan pemetaan guru yang memenuhi kriteria tersebut. Karena itu, jumlah tenaga pendidik yang nantinya akan diperbantukan ke Sekolah Rakyat Gulurejo belum dapat dipastikan.

Guru Fokus Dampingi MPLS dan Matrikulasi

Guru yang ditugaskan sementara akan difokuskan untuk mendukung pelaksanaan MPLS dan program matrikulasi sebelum guru hasil rekrutmen Kemensos mulai bertugas.

SR Gulurejo sendiri menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep asrama (boarding school). Disdikpora Kulonprogo akan menangani kebutuhan guru untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan kebutuhan tenaga pendidik SMA menjadi tanggung jawab Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kulonprogo.

Kepala Seksi Layanan Balai Dikmen Kulonprogo, Maryani, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru menerima permintaan bantuan tenaga guru olahraga.

"Kemarin hanya diminta bantuan tiga guru olahraga untuk bantu cek kesehatan gratis murid baru di SR," ujar Maryani saat dikonfirmasi terpisah.

Dengan proses rekrutmen guru dari Kemensos yang masih berlangsung, dukungan tenaga pendidik sementara diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas awal pembelajaran di Sekolah Rakyat Gulurejo hingga kebutuhan guru terpenuhi secara permanen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news