Sering Disebut di Medsos, Ini Tanda-Tanda NPD yang Perlu Dipahami

5 hours ago 1

Jumali

Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 08:47 WIB

Sering Disebut di Medsos, Ini Tanda-Tanda NPD yang Perlu Dipahami

Ilustrasi narsistik./Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Istilah narcissistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik semakin sering muncul dalam berbagai perbincangan, terutama di media sosial. Namun, tidak sedikit yang masih keliru memahami kondisi ini dan menganggap setiap orang yang percaya diri atau gemar tampil di depan publik sebagai pengidap NPD.

Padahal, NPD merupakan gangguan kesehatan mental yang diakui dalam pedoman diagnosis internasional dan memiliki karakteristik khusus yang harus dinilai oleh tenaga profesional.

Secara umum, NPD ditandai dengan perasaan bahwa diri sendiri lebih penting dibandingkan orang lain, kebutuhan yang tinggi untuk mendapatkan pengakuan, serta rendahnya kemampuan berempati terhadap perasaan orang lain.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan sosial, pekerjaan, hingga kehidupan keluarga. Banyak penderita NPD tidak menyadari bahwa pola pikir maupun perilaku mereka dapat menimbulkan masalah dalam interaksi sehari-hari.

Faktor yang Memengaruhi NPD

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa NPD tidak muncul karena satu penyebab tunggal. Faktor lingkungan dan pola pengasuhan sejak masa kanak-kanak diduga memiliki peran penting dalam pembentukan gangguan ini.

Anak yang tumbuh dengan perlakuan terlalu dimanjakan, selalu dianggap istimewa, atau sebaliknya mengalami penolakan emosional dan pengalaman traumatis, memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan karakteristik NPD saat dewasa.

Meski demikian, tidak semua individu yang mengalami pola asuh tersebut akan mengembangkan gangguan kepribadian narsistik.

Delapan Ciri Utama NPD

Berikut sejumlah karakteristik yang umum ditemukan pada individu dengan NPD:

1. Merasa diri lebih unggul dari orang lain
Mereka sering menganggap dirinya lebih pintar, lebih berbakat, atau lebih sukses dibandingkan orang lain, meskipun tidak selalu didukung oleh pencapaian yang nyata.

2. Merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus
Orang dengan NPD cenderung mengharapkan perlakuan istimewa dan merasa layak memperoleh perhatian lebih dibandingkan orang lain.

3. Memilih lingkungan pergaulan tertentu
Mereka biasanya lebih tertarik berinteraksi dengan orang-orang yang dianggap berpengaruh, sukses, atau memiliki status sosial tinggi.

4. Memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi
Hubungan sosial sering kali dijalani berdasarkan manfaat yang bisa diperoleh, bukan atas dasar hubungan yang setara.

5. Bersikap angkuh dan meremehkan orang lain
Sikap merasa lebih tinggi dari orang lain dapat muncul dalam bentuk perilaku arogan maupun kecenderungan merendahkan pendapat orang lain.

6. Selalu membutuhkan pujian
Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dan kekaguman menjadi salah satu ciri paling menonjol pada individu dengan NPD.

7. Kurang memiliki empati
Mereka kerap kesulitan memahami atau menghargai perasaan orang lain, sehingga tidak menyadari dampak emosional dari perkataan maupun tindakannya.

8. Mudah merasa iri
Selain iri terhadap keberhasilan orang lain, mereka juga sering meyakini bahwa orang lain sebenarnya iri terhadap dirinya.

Tidak Bisa Didiagnosis Sendiri

Meski sejumlah ciri di atas sering digunakan sebagai acuan, para ahli mengingatkan bahwa diagnosis NPD tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan sederhana atau informasi di media sosial.

Seseorang mungkin menunjukkan satu atau dua karakteristik tertentu tanpa mengalami gangguan kepribadian narsistik. Diagnosis hanya dapat ditegakkan melalui wawancara klinis dan asesmen psikologis yang dilakukan oleh psikolog klinis atau psikiater.

Karena itu, penggunaan istilah "NPD" sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan untuk memberi label kepada seseorang.

Jika seseorang menunjukkan pola perilaku yang konsisten, mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental menjadi langkah yang lebih tepat untuk memperoleh pemahaman dan penanganan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news