
Bangunan Vrama Billiard ludes terbakar pada Jumat (3/7/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Manajemen Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle Yogyakarta mulai memfokuskan langkah pemulihan operasional setelah kebakaran yang melanda gedung mereka di kawasan Mergangsan, Jumat (3/7/2026). Di tengah proses tersebut, pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman dan evakuasi sehingga dampak kebakaran yang ditaksir menimbulkan kerugian lebih dari Rp20 miliar dapat diminimalkan.
Saat ini, pengelola masih melakukan pembersihan area terdampak sekaligus mengevaluasi kondisi bangunan dan fasilitas yang mengalami kerusakan. Proses tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle kembali beroperasi melayani masyarakat.
Perwakilan Manajemen Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle, Andy Nugroho, mengatakan sinergi berbagai unsur dalam penanganan kebakaran menjadi dukungan yang sangat berarti bagi perusahaan. Menurutnya, respons cepat tim gabungan membantu mengendalikan situasi sehingga dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Andy secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Polresta Yogyakarta, Kodim 0734/Yogyakarta, dan Polsek Mergangsan yang bergerak cepat sejak awal kejadian.
"Kami dari management Vrama Billiard dan Kanaya Munch and Mingle berterimakasih kepada semua pihak yang sudah turut membantu mengevakuasi musibah kebakaran di Vrama Billiard dan Kanaya Munch and Mingle," kata Andy Nugroho, Sabtu (4/7/2026).
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kelurahan Keparakan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI Kota Yogyakarta, serta masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses penanganan kebakaran di lokasi.
Andy menuturkan koordinasi yang baik antara petugas penanggulangan bencana, aparat, dan warga membuat kobaran api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke kawasan permukiman di sekitar lokasi kejadian.
Manajemen kini memprioritaskan pemulihan bangunan, pembersihan area terdampak, serta evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas yang rusak. Langkah tersebut ditempuh agar Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle dapat kembali beroperasi setelah seluruh proses perbaikan selesai.
Sebelumnya, kebakaran melanda Rama Billiard & Cafe di Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan dengan nilai kerugian materiil yang diperkirakan melebihi Rp20 miliar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Manajemen memperkirakan besarnya kerugian dipicu rusaknya berbagai aset bernilai tinggi, termasuk sistem tata suara yang ditaksir mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Selain itu, sejumlah fasilitas lain di dalam bangunan juga tidak sempat diselamatkan dari kobaran api.
Akibat insiden tersebut, seluruh operasional Rama Billiard & Cafe dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Para karyawan juga dirumahkan sembari menunggu hasil investigasi dan keputusan lanjutan dari pihak manajemen.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran
Polresta Yogyakarta masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi. Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan dua saksi yang telah dimintai keterangan ialah SA (23), karyawan bagian kitchen, dan RD (27), yang bekerja sebagai office boy.
Menurut Dani, SA mengaku mendengar suara letupan sesaat setelah menyalakan lampu di area dapur sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika mencari sumber suara tersebut, ia melihat api sudah muncul dari area panggung utama.
"Namun ketika menghidupkan lampu di ruang kitchen atau dapur mendengar suara kretek-kletek dan setelah dicari sumber suara berasal dari bagian panggung yang terbakar," kata Dani.
SA kemudian memanggil RD untuk meminta bantuan. Namun, karena api menyebar dengan cepat, keduanya memilih menyelamatkan diri ke luar gedung dan meminta pertolongan warga sebelum menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Polsek Mergangsan.
"Kemudian saksi menghubungi Damkarmat dan melapor ke Polsek Mergangsan. Selanjutnya petugas Polsek Mergangsan dan mobil Damkar berupaya memadamkan api," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
3

















































