SHOW Token Siapkan Dana Rp1,6 Triliun untuk Industri Film Indonesia

6 hours ago 5

SHOW Token Siapkan Dana Rp1,6 Triliun untuk Industri Film Indonesia

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— SHOW Token memperkuat ekspansinya ke Indonesia dengan menyiapkan investasi senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun untuk mendukung pengembangan industri film Indonesia dan ekonomi kreatif berbasis teknologi blockchain. Langkah tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Mobee sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem hiburan digital di Asia Tenggara.

Sebelum memasuki pasar Indonesia, SHOW Token lebih dahulu diperdagangkan di sejumlah bursa aset kripto internasional, di antaranya Toobit dan Bitconomy. Perusahaan juga tengah mempersiapkan pencatatan di beberapa bursa kripto global lainnya guna meningkatkan likuiditas sekaligus memperluas jangkauan investor internasional.

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya karya-karya kreatif. Meski demikian, akses terhadap pembiayaan dan distribusi masih menjadi tantangan utama yang dihadapi banyak pelaku industri.

"Kami memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pusat talenta kreatif yang membutuhkan akses pendanaan dan sistem distribusi yang lebih efisien. Kami ingin membantu menjembatani kebutuhan tersebut melalui teknologi blockchain," ujar Akshay dalam keterangan resminya, Minggu (28/6/2026).

Akshay menjelaskan komitmen investasi sebesar US$100 juta disiapkan sebagai stimulus untuk memperkuat industri ekonomi kreatif sekaligus mendorong modernisasi ekosistem hiburan di kawasan Asia Tenggara melalui pemanfaatan teknologi blockchain.

Komitmen tersebut mulai direalisasikan melalui sektor perfilman. SHOW Token tercatat menjadi Executive Producer film horor Cerita Lila yang diproduksi bersama MVP Pictures. Film tersebut diklaim mampu menarik sekitar 500.000 penonton pada pekan pertama penayangannya.

Kerja sama itu akan berlanjut dengan produksi film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan mulai digarap pada Juli 2026. Sepanjang tahun ini, SHOW Token menargetkan pendanaan terhadap lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama.

"Langkah awal yang sukses ini akan diteruskan melalui target pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini," katanya.

Sejumlah rumah produksi telah bergabung dalam kolaborasi tersebut, antara lain MVP Pictures, A&Z Production, serta beberapa studio lokal maupun internasional. Adapun sejumlah proyek film yang masuk dalam daftar pengembangan meliputi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Dari sisi teknologi, SHOW Token dibangun menggunakan jaringan Ethereum ERC-20 dengan total pasokan maksimal sebanyak 100 juta token. Perusahaan menyebut struktur tokenomik tersebut dirancang untuk menjaga kelangkaan aset sekaligus mendukung stabilitas ekosistem blockchain yang dikembangkan.

Selain berfungsi sebagai instrumen pendanaan industri film, kepemilikan SHOW Token juga menawarkan sejumlah keuntungan kepada pemegangnya. Fasilitas tersebut meliputi kesempatan berpartisipasi sebagai pendukung proyek film (decentralized executive producing), akses eksklusif ke balik layar produksi, undangan gala premiere, tiket gratis, hingga potensi memperoleh insentif berbasis pendapatan proyek sesuai mekanisme yang diterapkan platform.

Chief Operating Officer (COO) SHOW, Joshua Khubani, menegaskan investasi senilai US$100 juta bukan sekadar langkah ekspansi bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun infrastruktur baru bagi ekonomi kreatif digital di Asia Tenggara.

"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien," ujarnya.

Joshua menambahkan perusahaan berharap dapat membangun kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi perfilman, serta komunitas teknologi dalam pengembangan pemanfaatan blockchain dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di industri kreatif. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pendanaan yang lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem industri film Indonesia berbasis teknologi digital.

Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai pemberitaan dan bukan merupakan ajakan membeli maupun menjual aset kripto. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news