Foto ilustrasi proyek pembangunan jalan.
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya memperkuat layanan pelabuhan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) mulai digarap serius lewat teknologi satelit. Kementerian Perhubungan menggandeng PT Pasifik Satelit Nusantara untuk menghadirkan konektivitas digital di kawasan yang selama ini sulit dijangkau jaringan.
Langkah ini ditandai penandatanganan kerja sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido di Kabupaten Supiori, Papua, dengan PT PSN. Kesepakatan diteken Kepala Kantor UPP Korido, Willem Thobias Fofid, bersama Direktur PT PSN, Heru Dwi Kartono, di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyebut kolaborasi ini menjadi yang pertama di lingkungan Ditjen Hubla yang memanfaatkan teknologi satelit untuk digitalisasi pelabuhan di wilayah 3TP.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan penguatan layanan digital di wilayah 3TP melalui pemanfaatan teknologi satelit,” kata Masyhud, Selasa.
Pelabuhan Korido dinilai memiliki posisi strategis di kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, keterbatasan akses teknologi informasi selama ini menjadi tantangan utama akibat kondisi geografis.
Melalui integrasi satelit, kendala sinyal yang menghambat pelaporan administrasi kapal dan operasional pelabuhan diharapkan dapat teratasi. Sistem ini juga memungkinkan data tersaji secara real-time dari wilayah perbatasan ke pusat.
“Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional,” ujarnya.
Selain efisiensi, penguatan ini juga diarahkan untuk menjaga kedaulatan data pergerakan kapal serta meningkatkan pengawasan dan keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia.
Willem Thobias Fofid menilai kerja sama ini menjadi solusi atas keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan. Ia berharap teknologi satelit mampu menghadirkan layanan digital yang lebih andal.
“Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial,” katanya.
Menurutnya, data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman dan terintegrasi. Dengan sistem baru, layanan diharapkan lebih lancar tanpa hambatan jaringan.
Sementara itu, Heru Dwi Kartono menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital sektor maritim melalui infrastruktur satelit.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses komunikasi yang andal menjadi fondasi penting untuk efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan penguatan kedaulatan data nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

4 hours ago
2

















































