
SPMB SMA Negeri DIY 2026 hampir selesai. Dua SMA Negeri di Kulonprogo masih menyisakan puluhan kursi kosong karena minimnya jumlah pendaftar. /Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri DIY 2026 hampir mencapai tahap akhir. Di tengah mayoritas SMA Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah memenuhi daya tampung, masih terdapat dua sekolah di Kabupaten Kulonprogo yang menyisakan banyak kursi kosong akibat minimnya jumlah pendaftar.
Berdasarkan hasil seleksi sementara dipantau Harianjogja.com, melalui laman resmi SPMB DIY 2026, dari total 69 SMA Negeri di DIY, sebagian besar sekolah telah terisi sesuai kuota meski ada beberapa sekolah yang belum memenuhu kuota khususnya jalur pretasi yang tidak sekolah ada pendaftar.
Namun, kondisi berbeda terjadi di kawasan Perbukitan Menoreh. Dua sekolah negeri, yakni SMA Negeri 1 Kokap dan SMA Negeri 1 Samigaluh, masih belum mampu memenuhi daya tampung pada sejumlah jalur penerimaan peserta didik baru.
Mayoritas Kuota di SMAN 1 Kokap Belum Terisi
Kondisi paling mencolok terjadi di SMA Negeri 1 Kokap. Dari sejumlah jalur penerimaan yang dibuka dalam SPMB SMA Negeri DIY 2026, sebagian besar kuota yang tersedia belum mendapatkan pendaftar.
Pada jalur domisili wilayah, sekolah ini menyediakan 72 kursi. Hingga proses seleksi hampir rampung, jumlah pendaftar baru mencapai 28 orang.
Sementara itu, empat jalur lainnya bahkan belum memperoleh satu pun pendaftar, dengan rincian sebagai berikut:
Jalur Domisili Radius: 0 pendaftar.
Jalur Afirmasi: Kuota 22 siswa, 0 pendaftar.
Jalur Prestasi: Kuota 22 siswa, 0 pendaftar.
Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali (Mutasi): Kuota 4 siswa, 0 pendaftar.
SMAN 1 Samigaluh Mengalami Kondisi Serupa
Situasi yang tidak jauh berbeda juga dialami SMA Negeri 1 Samigaluh. Sekolah yang berada di wilayah utara Kabupaten Kulonprogo tersebut masih belum mampu memenuhi daya tampung pada hampir seluruh jalur seleksi SPMB SMA Negeri DIY 2026.
Pada jalur domisili wilayah, sekolah menyediakan kuota sebanyak 71 kursi. Namun, jumlah pendaftar yang masuk baru mencapai 40 calon siswa.
Adapun pada jalur lainnya, jumlah pendaftar juga masih sangat minim, yakni:
Jalur Afirmasi: Kuota 22 siswa, hanya terisi 1 pendaftar.
Jalur Domisili Radius: Kuota 4 siswa, nihil pendaftar.
Jalur Prestasi: Kuota 22 siswa, 0 pendaftar.
Fenomena masih banyaknya bangku kosong di sejumlah SMA Negeri kawasan pinggiran DIY kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan SPMB SMA Negeri DIY 2026.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari letak geografis sekolah, jumlah lulusan SMP di wilayah sekitar, hingga kecenderungan calon siswa yang lebih memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan. Faktor-faktor tersebut masih menjadi tantangan dalam pemerataan daya tampung dan distribusi peserta didik antarsekolah di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































