KLIKPOSITIF – Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan, kualitas tidur yang buruk berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Bahkan, kombinasi beberapa gangguan tidur disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga hampir tiga kali lipat.
Temuan ini berasal dari analisis data dalam Midlife in the United States Study yang melibatkan 7.483 orang dewasa paruh baya dengan rata-rata usia 53 tahun. Para peneliti menilai bahwa periode usia ini merupakan fase penting, karena berbagai tekanan hidup serta tanda awal penyakit jantung mulai muncul.
Penelitian tersebut mengungkap, masalah tidur seperti sulit terlelap, sering terbangun di malam hari, atau tidur kurang dari enam jam per malam berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko penyakit jantung. Kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.
Untuk mengukur kualitas tidur, peneliti menggunakan beberapa indikator, di antaranya keteraturan waktu tidur, tingkat kepuasan tidur, kewaspadaan di siang hari, efisiensi tidur, serta durasi tidur. Selain itu, sebagian peserta juga menggunakan alat pemantau aktivitas tidur (actigraphy) yang dikenakan di pergelangan tangan guna memperoleh data yang lebih akurat.
Sementara itu, kondisi jantung peserta dievaluasi melalui riwayat medis, termasuk gejala seperti nyeri dada berkepanjangan, serta diagnosis dokter terkait gangguan seperti angina, serangan jantung, gangguan katup jantung, aritmia, dan gagal jantung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap peningkatan masalah tidur yang dilaporkan sendiri berkaitan dengan kenaikan risiko penyakit jantung sebesar 54 persen dibandingkan individu dengan pola tidur normal. Bahkan, pada peserta yang datanya dikonfirmasi melalui perangkat pemantau tidur, risiko tersebut meningkat hingga 141 persen.
Peneliti juga telah mempertimbangkan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi hasil, seperti riwayat keluarga penyakit jantung, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, serta perbedaan jenis kelamin dan ras.
Para ahli menegaskan bahwa temuan ini memperkuat pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas tidur sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung. Kurangnya waktu tidur, kebiasaan buruk sebelum tidur, hingga gangguan medis tertentu menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk mencegah risiko penyakit yang lebih serius.
Dengan demikian, memenuhi kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas menjadi langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan jantung dan kesejahteraan secara keseluruhan.

2 days ago
9



















































