KLIKPOSITIF— UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar pagelaran seni bertajuk Senandung untuk Negeri dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang penghormatan bagi komponis senior Minangkabau, B. Andoeska atau yang akrab disapa Mak Etek, dengan menampilkan deretan karya musiknya dari era 1950-an hingga sekarang.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devit, mengatakan pagelaran seni tahun ini secara khusus mengangkat perjalanan dan karya-karya B. Andoeska sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasinya di dunia musik dan kebudayaan Minangkabau.
“Tema yang diangkat tahun ini adalah Senandung untuk Negeri. Kami ingin menghadirkan karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.
Menurut Devit, B. Andoeska merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik daerah di Sumbar. Sosok yang dikenal luas lewat lagu-lagu pesanan untuk kepala daerah itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkaya khazanah musik Minangkabau.
B. Andoeska, yang memiliki nama asli Baharudin, lahir pada 11 Februari 1948. Nama “Andoeska” sendiri merupakan singkatan dari Anak Dusun Kota Anau. Meski tidak lahir dari keluarga seniman, bakat seninya telah terlihat sejak kecil. Saat duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah mengenal notasi dan tangga nada secara otodidak.
Kecintaannya terhadap musik membuatnya cepat memahami struktur lagu, motif, hingga tempo. Pada usia 13 tahun, ia menciptakan lagu pertamanya berjudul Siti Risani pada tahun 1961.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, mengatakan pagelaran tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap para seniman yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan.
“Ini adalah bentuk penghargaan kepada seniman yang telah berkarya panjang dan memberi kontribusi besar bagi perkembangan seni budaya daerah,” katanya.
Sementara itu, B. Andoeska mengaku terharu atas penghargaan yang diberikan UPTD Taman Budaya Sumbar. Ia menyampaikan terima kasih karena karya-karyanya masih mendapat ruang dan perhatian dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Taman Budaya Sumbar atas penghargaan ini. Dalam pertunjukan ini saya menampilkan karya-karya dari tahun 1950-an sampai sekarang,” ujarnya.
Pagelaran tersebut turut menghadirkan berbagai penampilan musik dan pertunjukan seni yang membawakan lagu-lagu ciptaan B. Andoeska. Penonton yang hadir tampak antusias menikmati karya-karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Minangkabau lintas generasi.

2 hours ago
2




















































