Terintegrasi dengan Kawasan Kota Tua Padang, Pasar Tanah Kongsi Siap Menjadi Tujuan Wisata Gastronomi

4 hours ago 1

PADANG, KLIKPOSITIF — Pasar Tanah Kongsi terus memantapkan langkah menjadi salah satu destinasi wisata gastronomi unggulan di Kota Padang. Tidak hanya menawarkan ragam kuliner khas yang telah melegenda, pasar rakyat yang berada di kawasan Kota Tua Padang ini juga dipersiapkan sebagai tujuan wisata yang memadukan kekayaan cita rasa dengan nilai sejarah dan budaya.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba’is, di Padang, Sabtu (27/6/2026). Menurutnya, pengembangan Pasar Tanah Kongsi tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan semata, tetapi juga diarahkan menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Padang, khususnya wisata gastronomi yang kini semakin diminati wisatawan.

Masrizal menjelaskan, Pasar Tanah Kongsi memiliki keunggulan yang sulit ditandingi pasar lain karena menyajikan keberagaman kuliner yang lahir dari proses akulturasi empat budaya besar yang telah lama hidup berdampingan di kawasan tersebut, yakni Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias. Perpaduan budaya tersebut melahirkan berbagai sajian khas yang menjadi identitas tersendiri bagi pasar tersebut.

“Pasar Tanah Kongsi mempunyai beragam kuliner yang spesifik dan tidak ditemui di pasar lain. Di mana kuliner di sini dijual oleh empat suku yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias,” ujar Masrizal.

Keunikan itu dinilai menjadi modal besar dalam mengembangkan konsep wisata gastronomi, yakni wisata yang tidak hanya berfokus pada kegiatan menikmati makanan, tetapi juga mengenalkan sejarah, budaya, tradisi, hingga filosofi di balik setiap sajian kuliner kepada wisatawan.

Selain mengedepankan kekayaan kuliner, pengelola pasar juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar mampu memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan ulang seluruh lapak pedagang sesuai ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 tentang Pasar Rakyat.

Penataan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan lingkungan pasar, sistem keamanan, pengaturan sirkulasi pengunjung, hingga pembagian zonasi pedagang agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertib dan nyaman.

“Di situ sudah ada SOP penataan, baik itu dalam segi kebersihan, keamanan dan penataan zona-zonasi yang harus kita ikuti sesuai standar SNI,” jelasnya.

Masrizal mengatakan, upaya mewujudkan Pasar Tanah Kongsi sebagai pasar rakyat berstandar nasional bukanlah pekerjaan yang dilakukan dalam waktu singkat. Proses tersebut telah dimulai sejak 2024 melalui berbagai tahapan pembenahan infrastruktur, tata kelola, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hasil dari proses panjang itu akhirnya membuahkan hasil ketika Pasar Tanah Kongsi resmi memperoleh sertifikat SNI pada 2025. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan pasar telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah, sekaligus menjadi pedoman dalam operasional sehari-hari.

Dengan standar tersebut, pihak pengelola optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat akan semakin meningkat sekaligus memperkuat daya saing Pasar Tanah Kongsi sebagai salah satu pasar rakyat modern yang tetap mempertahankan identitas budaya lokal.

Ke depan, Dinas Perdagangan Kota Padang melalui UPTD Pasar Tanah Kongsi juga menargetkan sinergi yang lebih kuat dengan sektor pariwisata. Langkah ini dinilai strategis mengingat lokasi Pasar Tanah Kongsi berada di jantung kawasan Kota Tua Padang yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Melalui kolaborasi tersebut, wisatawan nantinya diharapkan tidak hanya menikmati bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan dengan mencicipi aneka kuliner khas yang menjadi warisan budaya masyarakat multietnis di Pasar Tanah Kongsi.

“Kami menargetkan untuk ke depannya bagaimana potensi wisata kuliner yang ada di Pasar Tanah Kongsi bisa kita kerja samakan dengan pariwisata, salah satunya yakni kawasan Kota Tua yang merupakan kawasan yang tergabung di Pasar Tanah Kongsi,” kata Masrizal.

Ia meyakini perpaduan antara wisata sejarah dan wisata gastronomi akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran pasar yang tertata, bersih, aman, serta menawarkan pengalaman kuliner autentik diyakini mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Padang sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi para pedagang dan pelaku usaha mikro.

Dengan potensi kuliner yang kaya, keberagaman budaya yang unik, serta dukungan pengelolaan pasar berstandar nasional, Pasar Tanah Kongsi kini diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata gastronomi Kota Padang yang mampu mengangkat citra daerah sebagai destinasi kuliner sekaligus destinasi sejarah yang saling terintegrasi.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news