KLIKPOSITIF- Putusnya jembatan gantung Pelangai Gadang di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), membuat ratusan kepala keluarga (KK) terisolasi. Hingga kini, masyarakat terpaksa menggunakan perahu karet untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
Jembatan tersebut dilaporkan telah rusak berat sejak tiga tahun terakhir dan semakin parah setelah dihantam banjir besar pada akhir November 2025. Akibatnya, sekitar 200 KK di Pelangai Gadang harus menyeberang sungai dengan perahu karet yang disediakan Wali Nagari untuk menuju sekolah, pasar, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Sementara sekitar 500 KK di seberang sungai juga menggunakan perahu karet untuk mengurus administrasi ke kantor Wali Nagari serta berobat ke Pusat Kesehatan Nagari (Puskesri).
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal, mengatakan sebenarnya terdapat jalur alternatif, namun jaraknya cukup jauh dan membebani masyarakat dari sisi biaya.
“Jalan alternatif ada, tetapi harus memutar sekitar 4 kilometer ke arah hulu sungai. Masyarakat tidak sanggup membayar ongkos ojek yang relatif mahal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jembatan gantung Pelangai Gadang telah beberapa kali diterjang banjir besar. Warga sempat bergotong royong melakukan perbaikan, namun banjir besar pada November 2025 membuat kondisi jembatan rusak total. Lantai jembatan hanyut dan sling baja penggantung menjuntai ke dasar sungai sehingga tidak lagi bisa diperbaiki dan harus dibangun ulang.
Menurut Novermal, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah beberapa kali meninjau lokasi. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, juga disebut telah mengajukan permohonan pembangunan kembali jembatan tersebut ke BNPB.
“Informasi dari BNPB, saat ini masih menunggu alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan kembali jembatan gantung Pelangai Gadang segera direalisasikan karena jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk pendidikan, kesehatan, layanan administrasi, serta aktivitas ekonomi.
Selain jembatan Pelangai Gadang, lanjut Novermal, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan kembali dua jembatan gantung lainnya, yakni Jembatan Koto Pulai di Kecamatan Lengayang dan Jembatan Inanang di Kecamatan Batang Kapas. Usulan tersebut berada di luar program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) banjir dan longsor akhir November 2025.
“Kita berharap BNPB segera merealisasikan pembangunan kembali tiga jembatan gantung tersebut,” pungkasnya.

3 weeks ago
21




















































