Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 09:07 WIB

Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Modus penipuan digital melalui file APK berkedok undangan pernikahan atau acara kembali menjadi sorotan. Meski pola kejahatan ini sudah banyak diketahui, korban masih terus berjatuhan akibat kelengahan sesaat, terutama saat pengguna sedang terburu-buru atau tidak fokus. Sekali file aplikasi dari sumber tidak resmi terpasang di ponsel, risiko pencurian data hingga pembobolan rekening dapat terjadi dalam hitungan menit.
Aplikasi berformat APK yang diunduh di luar toko resmi seperti Google Play Store berpotensi besar membawa malware, spyware, hingga trojan. Perangkat lunak berbahaya tersebut dirancang untuk menyusup ke sistem ponsel dan mencuri informasi sensitif seperti kata sandi, data perbankan, hingga kode OTP yang masuk ke perangkat pengguna. Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari aktivitas tersebut karena malware bekerja di latar belakang tanpa gejala mencolok.
Para pelaku biasanya menyebarkan file APK melalui pesan WhatsApp, SMS, atau email dengan iming-iming undangan digital yang tampak meyakinkan. Begitu file dibuka dan diinstal, akses ke perangkat bisa langsung terbuka untuk pihak ketiga. Situasi ini menjadi semakin berbahaya karena banyak korban justru menganggap file tersebut aman karena dikirim oleh kontak yang dikenal, padahal akun pengirim bisa saja sudah diretas.
Jika pengguna tanpa sengaja menginstal aplikasi mencurigakan, ada langkah darurat yang harus segera dilakukan. Pertama, segera putuskan koneksi internet dengan mengaktifkan mode pesawat. Langkah ini penting untuk menghentikan komunikasi antara malware dan server pelaku. Semakin cepat koneksi diputus, semakin kecil kemungkinan data berhasil dicuri.
Kedua, hapus aplikasi yang mencurigakan melalui menu pengaturan aplikasi. Jika tidak bisa dihapus secara normal, pengguna disarankan masuk ke mode aman untuk menonaktifkan aplikasi tersebut. Selain itu, file APK yang tersimpan di folder unduhan juga harus segera dihapus agar tidak dapat dipasang ulang.
Ketiga, lakukan pemindaian keamanan menggunakan fitur bawaan ponsel seperti Google Play Protect. Fitur ini dapat mendeteksi aplikasi berbahaya dan memberikan peringatan jika ditemukan ancaman pada sistem perangkat.
Keempat, segera ganti seluruh kata sandi penting, mulai dari mobile banking, dompet digital, email, hingga akun media sosial. Penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun juga sangat dianjurkan, disertai aktivasi autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan.
Kelima, jika perangkat masih menunjukkan gejala tidak normal, factory reset dapat menjadi pilihan terakhir. Langkah ini akan menghapus seluruh data termasuk malware yang mungkin tertanam di sistem. Namun, pengguna perlu memastikan data penting telah dicadangkan terlebih dahulu.
Di tengah meningkatnya kejahatan siber, kewaspadaan menjadi kunci utama. Pengguna diimbau untuk tidak sembarangan mengunduh file dari sumber tidak dikenal, termasuk undangan digital dalam format APK. Verifikasi melalui jalur komunikasi lain menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kerugian besar akibat penipuan siber yang terus berevolusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































