TKP Senopati Jogja kini jadi pangkalan andong dan becak untuk atasi kepadatan Malioboro. - Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan Kota Jogja resmi mengubah fungsi Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati menjadi pangkalan andong dan becak. Kebijakan ini diambil setelah lokasi tersebut tidak lagi digunakan sebagai parkir bus pariwisata.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan selama ini belum tersedia lokasi khusus bagi andong dan becak untuk menunggu penumpang. Kondisi tersebut membuat para kusir memanfaatkan sisi Jalan Malioboro yang memiliki keterbatasan ruang.
Akibatnya, antrean andong dan becak kerap meluas hingga ke ruas-ruas kecil di sekitar kawasan Malioboro.
“Penataan ini diharapkan mampu mengurai antrean becak dan andong yang selama ini kerap menumpuk di kawasan Malioboro,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, area parkir di kawasan Jeron Beteng juga memiliki kapasitas terbatas sehingga belum mampu menampung kebutuhan parkir kendaraan tradisional tersebut secara optimal.
Dengan tidak lagi beroperasinya parkir bus pariwisata di TKP Senopati, lokasi tersebut kini dimanfaatkan untuk menampung kendaraan pribadi dan minibus. Namun, karena daya dukung parkir di dalam Jeron Beteng terbatas, Dishub menetapkan TKP Senopati sebagai titik baru pemberhentian andong dan becak.
“Setelah tidak ada aktivitas parkir bus pariwisata, TKP Senopati tetap dimanfaatkan wisatawan dan kini banyak diakses kendaraan pribadi maupun Elf. Karena daya dukung parkir di dalam Jeron Beteng terbatas, maka kami siapkan TKP Senopati sebagai titik pemberhentian becak dan andong,” ujarnya.
Secara kapasitas, TKP Senopati mampu menampung sekitar 10 andong dan 30 becak dalam satu waktu. Dengan sistem perputaran selama 12 jam operasional, kapasitas harian diperkirakan mencapai 60 andong dengan asumsi waktu tunggu dua jam, serta lebih dari 200 becak dengan rata-rata waktu mangkal satu jam.
Untuk mendukung operasional, Dishub telah menyiapkan titik pemesanan penumpang di sisi utara dan selatan area toilet kaca bawah tanah. Lokasi ini diharapkan memudahkan wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata di dalam Jeron Beteng.
“Masyarakat atau wisatawan yang ingin menuju Jeron Beteng atau kuliner di Pasar Ngasem bisa langsung naik dari sana,” kata Agus.
Selain penataan lokasi, Pemkot Jogja bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta juga menyiapkan fasilitas untuk mengantisipasi bau dari limbah kotoran kuda andong agar kawasan tetap bersih dan nyaman.
Penataan TKP Senopati sebagai pangkalan andong dan becak ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menata transportasi tradisional di kawasan pusat wisata Jogja agar lebih tertib dan terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
4

















































