UGM dan Chile Perkuat Riset Antarktika, Fokus Perubahan Iklim

2 hours ago 2

UGM dan Chile Perkuat Riset Antarktika, Fokus Perubahan Iklim

Pertemuan antara UGM dan Dubes Chile. (doc istimewa)

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Chile melalui Kedutaan Besar Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste memperkuat kerja sama akademik dan riset Antarktika sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi ilmiah terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Penguatan kemitraan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara UGM dan Duta Besar Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Mario Ignacio Artaza, yang berlangsung di Kampus UGM pada Kamis (18/6/2026). Pertemuan itu juga membuka peluang kerja sama lintas disiplin ilmu yang dinilai strategis bagi kedua negara.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, mengatakan kedua pihak berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi komunikasi antara UGM dengan berbagai institusi strategis di Chile. Selain itu, UGM juga berencana memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan sejumlah perguruan tinggi di negara tersebut.

Menurut Danang, salah satu perkembangan yang telah dicapai adalah proses penjajakan kerja sama dengan Pontificia Universidad Católica de Chile. Kolaborasi dengan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperluas hubungan akademik dan penelitian antara Indonesia dan Chile.

"Harapannya ini dapat berkembang tidak hanya pada bidang pendidikan dan pertukaran akademik, tetapi juga pada penelitian bersama yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan kedua negara," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut turut membahas keterlibatan Pemerintah Indonesia dalam berbagai isu terkait Antarktika, terutama dalam kerangka Antarctic Treaty System (ATS). Menurutnya, peran pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia pada pengembangan kerja sama dan diplomasi ilmiah yang berkaitan dengan kawasan Antarktika.

"Keterlibatan pemerintah menjadi salah satu aspek penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kerjasama dan diplomasi ilmiah terkait Antarktika di masa mendatang," paparnya.

Selain riset Antarktika dan perubahan iklim, Danang menilai peluang kolaborasi Indonesia dan Chile masih sangat luas. Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan meliputi pertanian dan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan keberlanjutan, kelautan dan perikanan, kebencanaan dan perubahan iklim, hingga vulkanologi serta mitigasi bencana geologi.

Menurutnya, kerja sama di bidang vulkanologi memiliki prospek besar karena Indonesia dan Chile sama-sama berada di kawasan cincin api dunia atau Ring of Fire yang memiliki aktivitas tektonik tinggi.

"Khususnya bidang vulkanologi, Chile dan Indonesia memiliki karakteristik yang serupa sebagai negara yang berada pada jalur tektonik aktif (Ring of Fire)."

Sementara itu, Mario Ignacio Artaza menjelaskan bahwa Chile, khususnya Kota Punta Arenas, memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama menuju Antarktika. Keunggulan tersebut didukung oleh infrastruktur, jaringan logistik, dan ekosistem penelitian yang telah berkembang di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Chile sebagai mitra penting bagi Indonesia dan UGM dalam meningkatkan keterlibatan pada penelitian maupun aktivitas ilmiah di kawasan Antarktika.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyoroti kesamaan posisi Indonesia dan Chile sebagai negara-negara Global South yang menghadapi tantangan global serupa. Kesamaan kepentingan itu dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi negara berkembang dalam berbagai isu strategis dunia.

"Termasuk perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan penelitian kutub," jelasnya. Peluang kerja sama pada bidang-bidang tersebut diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kolaborasi internasional dalam menjawab tantangan lingkungan dan perubahan iklim yang semakin kompleks

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news