
Program hasil kolaborasi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) ini digelar pada 8–12 Juni 2026 di kampus UKDW. Ist
JOGJA— Puluhan siswa SMP di Jogja mendapatkan pengalaman belajar teknologi secara langsung melalui program internasional Electrical and Electronic Engineering (EEE) bertajuk Promoting Digital Literacy in Developing Societies.
Program hasil kolaborasi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) ini digelar pada 8–12 Juni 2026 di kampus UKDW.
Kegiatan tersebut melibatkan siswa dari SMP BOPKRI 1, SMP BOPKRI 2, dan SMP BOPKRI 3 Jogja. Selama lima hari, para peserta diperkenalkan dengan berbagai teknologi yang relevan di era digital, mulai dari pemrograman dasar hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Program ini menjadi bagian dari komitmen UKDW melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk memperluas dampak pengabdian sekaligus memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, program EEE didampingi sejumlah supervisor dari PolyU yakni Dr. Pauli Lai, Mr. Richard Pang, dan Mr. Ivan Lau. Sementara dari UKDW, kegiatan ini didukung oleh Willy Sudiarto Raharjo, S.Kom., M.Cs. dan dr. Loury Priskila, M.Biomed.
Sebanyak 34 mahasiswa PolyU dan enam mahasiswa UKDW turut terlibat sebagai fasilitator yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Ketua Yayasan BOPKRI Jogja, Ir. Obed Tripambudi, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai program tersebut membuka peluang bagi siswa untuk belajar teknologi dalam lingkungan internasional.
“Program ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif. Kami berharap pengalaman ini juga dapat diadaptasi guru dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Beragam aktivitas dirancang secara interaktif, di antaranya scratch programming, proyek microcontroller, 3D printing, DIY workshop, hingga IT Fun Fair yang menampilkan demonstrasi teknologi berbasis AI.
Perwakilan PolyU, Dr. Pauli Lai, mengapresiasi dukungan UKDW dan sekolah mitra. Ia menilai pendekatan pembelajaran aplikatif menjadi cara efektif untuk meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan minat generasi muda di bidang sains dan teknologi.
Tak hanya soal teknologi, program ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas budaya. Mahasiswa UKDW dan PolyU bekerja bersama mendampingi siswa, berbagi pengalaman, serta membangun komunikasi dengan latar belakang yang beragam.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan berkolaborasi.
“Teknologi bukan hanya tentang inovasi dan keterampilan, tetapi juga tentang bagaimana kita berkolaborasi, memahami budaya lokal, dan belajar bersama dari perbedaan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa maupun siswa untuk menghadapi tantangan global yang menuntut kemampuan teknis, kreativitas, serta kecakapan komunikasi lintas budaya.
Melalui program EEE, UKDW dan PolyU berharap dapat terus mendorong peningkatan literasi digital generasi muda sekaligus memperkuat kerja sama internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































