Jumali Minggu, 21 Juni 2026 20:27 WIB

Max Verstappen - Formula1.com
Harianjogja.com, JOGJA—Ketidakpastian mengenai masa depan Max Verstappen di Formula 1 memasuki tahap yang semakin penting. Manajer Verstappen, Raymond Vermeulen, mengungkapkan bahwa keputusan mengenai langkah berikutnya sang pembalap kemungkinan akan diambil sebelum jeda musim panas, sebuah tenggat yang dapat memengaruhi peta persaingan Formula 1 dalam beberapa musim mendatang.
Pernyataan tersebut muncul saat performa Red Bull tengah menjadi sorotan. Hingga pertengahan musim 2026, Verstappen belum sekalipun meraih kemenangan Grand Prix. Kondisi itu menjadi situasi yang tidak biasa bagi pembalap yang sebelumnya mendominasi Formula 1 dengan empat gelar juara dunia beruntun pada periode 2021 hingga 2024.
Verstappen saat ini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 55 poin. Ia tertinggal 101 poin dari pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, yang tampil konsisten bersama Mercedes-AMG Petronas Formula One Team sepanjang musim ini.
Kondisi tersebut membuat klausul performa dalam kontrak Verstappen kembali menjadi bahan pembicaraan. Meski masih terikat kontrak hingga akhir 2028 bersama Oracle Red Bull Racing, terdapat klausul yang memungkinkan pembalap asal Belanda itu meninggalkan tim apabila tidak memenuhi target posisi tertentu di klasemen menjelang jeda musim panas.
Vermeulen membenarkan keberadaan klausul tersebut, namun menegaskan pihaknya belum pernah memanfaatkannya.
"Kami ingin mengambil keputusan dengan cepat agar semua orang tahu posisi mereka, kemungkinan bahkan sebelum jeda musim panas," kata Vermeulen kepada Sport Bild sebagaimana dikutip Motorsport Week.
Situasi ini membuat Red Bull berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, tim ingin mempertahankan pembalap terbaiknya. Di sisi lain, hasil di lintasan belum menunjukkan perkembangan yang cukup untuk meyakinkan Verstappen mengenai masa depan proyek mereka.
Laporan yang beredar di paddock menyebut Red Bull sempat mencoba berbagai opsi untuk memastikan Verstappen bertahan. Bahkan, tim dikabarkan siap mengeluarkan dana besar guna mengamankan klausul keluar yang ada dalam kontraknya.
Namun, hingga saat ini Verstappen disebut belum bersedia memberikan komitmen jangka panjang. Ia juga dikabarkan menolak proposal perpanjangan kontrak hingga 2032 yang diajukan tim.
Meski demikian, Vermeulen menegaskan bahwa prioritas utama Verstappen tetap melanjutkan karier bersama Red Bull.
"Kami ingin melanjutkan bersama Red Bull dan melihat Max mengakhiri kariernya di sana," ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus memberikan pesan bahwa faktor utama yang akan menentukan keputusan Verstappen bukan semata nilai kontrak, melainkan peluang untuk kembali memenangkan balapan dan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
"Dia harus selalu memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan kemenangan," kata Vermeulen.
Di tengah situasi tersebut, rumor mengenai ketertarikan Mercedes belum mereda. Mantan pembalap Formula 1 Ralf Schumacher menyebut Toto Wolff sempat mengajukan penawaran kepada Verstappen. Namun, rumor itu belum menghasilkan perkembangan konkret.
Sementara itu, ayah Verstappen, Jos Verstappen, telah membantah kabar kepindahan ke Mercedes melalui media sosial.
Ketidakpastian ini juga memunculkan spekulasi mengenai rencana cadangan Red Bull. Salah satu nama yang disebut berpotensi menjadi pengganti adalah Oscar Piastri. Rumor menyebut telah terjadi komunikasi antara kubu Piastri dan petinggi Red Bull, meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak.
Selain opsi pindah tim, Verstappen juga beberapa kali mengisyaratkan kemungkinan meninggalkan Formula 1 lebih cepat dari perkiraan. Pembalap berusia 28 tahun itu sebelumnya mengaku tidak selalu berencana membalap hingga usia tua dan pernah mengkritik sejumlah regulasi terbaru Formula 1.
Keputusan yang akan diambil dalam beberapa pekan ke depan berpotensi menjadi salah satu momen paling menentukan di bursa pembalap Formula 1. Bukan hanya bagi Verstappen dan Red Bull, tetapi juga bagi Mercedes serta sejumlah tim besar lain yang tengah menyusun strategi menghadapi perubahan regulasi dan persaingan musim-musim berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
4

















































