KLIKPOSITIF- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa menggunakan roling untuk menyeberangi sungai di Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, menjelaskan, penggunaan roling tersebut hanya bersifat sementara dan terjadi dalam kondisi tertentu. Saat itu, debit air sungai sedang tinggi sehingga siswa memanfaatkan roling sebagai alternatif penyeberangan.
Menurutnya, kondisi yang terlihat dalam video tidak sepenuhnya mencerminkan situasi normal di lokasi tersebut. Biasanya, masyarakat dan siswa dapat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki ketika debit air berada pada kondisi normal.
“Jadi bukan seperti hal yang dipikirkan. Itu hanya seketika. Karena saat itu debit sungai sedang tinggi. Biasanya kalau debit sungai normal, siswa dan masyarakat bisa berjalan kaki menyebrang sungai,” ungkapnya.
Gina juga mengungkapkan, pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung. Proyek tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, yang kemudian dikerjakan oleh BPJN Sumbar.
“Kami sampaikan bahwa pemda mengusulkan pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PU. Yang mengerjakan BPJN. Karena Pemkab keterbatasan anggaran,” terangnya.
Ia menegaskan, meskipun pembangunan dilakukan oleh BPJN, status jembatan tersebut tetap menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut secara mandiri.
Lebih lanjut, pembangunan jembatan gantung itu bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi serta distribusi komoditas yang terhubung dengan jalan nasional.
BPJN Sumbar berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan. Pasalnya, proyek jembatan gantung tersebut dibangun dari awal dan telah dimulai sejak Januari 2026.
“Targetnya, pada Agustus mendatang jembatan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Gina.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintasi sungai tersebut.

11 hours ago
3



















































