PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF — Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, melakukan pelepasan bibit ikan di Rumah Tahanan (Rutan) Kota Padang Panjang, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan rutan, sekaligus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan maupun peningkatan keterampilan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hendri Arnis memberikan motivasi kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan baru.
“Ini bukan akhir dari kehidupan. Ini adalah titik nol. Keluar dari sini harus memiliki keterampilan, keahlian, dan mampu mengubah diri. Ini adalah permulaan untuk membuka lembaran baru dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Rutan Padang Panjang atas komitmen dalam menjalankan program pembinaan, termasuk membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan yang bermanfaat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas, khususnya Kepala Rutan, yang telah membina warga binaan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kunrat Kasmiri menegaskan pentingnya kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program pembinaan yang optimal dan berkelanjutan.
“Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di Padang Panjang untuk menghadirkan program-program pembinaan bagi warga binaan. Semua yang kami lakukan ini untuk mereka,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan moral kepada warga binaan agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu serta mampu bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tuhan mengetahui bahwa kalian mampu menghadapi cobaan ini. Ikuti pembinaan dengan baik, jangan sampai menjadi residivis. Biarlah masa lalu menjadi kenangan, dan ke depan lanjutkan kehidupan demi masa depan diri dan keluarga,” pesannya.
Lebih lanjut, Kunrat menyampaikan bahwa pihaknya terus mengembangkan program pembinaan kepribadian dan keterampilan, termasuk kegiatan keagamaan seperti pesantren, sebagai bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin, saat menjalani masa pidana hingga bebas nanti, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan memiliki karakter seperti santri. Buktikan bahwa kalian mampu berubah,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh manfaat dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan mental untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

7 hours ago
6


















































