
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah akan mempercepat pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada 2027. Sekitar 10 proyek ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun depan sebagai bagian dari upaya menangani persoalan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan pembangunan proyek tersebut akan dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menurut dia, pemerintah memiliki sekitar 20 proyek yang masuk dalam agenda pengembangan PSEL. Sebagian proyek akan dipercepat pengerjaannya pada 2027, sedangkan proyek lainnya ditargetkan selesai pada 2028.
"Tahun depan yang dikoordinasi oleh Danantara Insyaallah separuh dari 20-an akan diselesaikan tahun 2027, dan sisanya tahun 2028 itu termasuk yang darurat, yang kita kenal dengan waste to energy," ujar Zulkifli dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pemerintah juga menargetkan satu proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat diresmikan pada tahun ini. Proyek tersebut berada di Sumatra Selatan.
"Tahun ini kita akan meresmikan satu di Sumatra Selatan," kata Zulkifli.
Pemda Ikut Terlibat
Zulkifli menjelaskan percepatan pembangunan PSEL tidak seluruhnya dilakukan melalui koordinasi pemerintah pusat. Sejumlah proyek lainnya akan dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah.
Keterlibatan tersebut mencakup pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan kementerian yang membidangi pemerintahan daerah dalam proses pengembangan proyek.
"Yang lain-lainnya nanti akan secara bertahap, bersama dengan Kementerian Pemerintahan Daerah, baik provinsi, kabupaten, kota," ujarnya.
Pembangunan PSEL menjadi salah satu pendekatan pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban pengelolaan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik.
Masuk Agenda Danantara
Percepatan proyek PSEL juga berkaitan dengan agenda pengembangan investasi yang dikoordinasikan Danantara. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pemanfaatan keuntungan badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendukung berbagai agenda pembangunan, termasuk hilirisasi dan pengembangan sektor hulu.
Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan keuntungan BUMN diarahkan untuk mempercepat proses hilirisasi sekaligus memperkuat sektor hulu.
"Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk percepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming," kata Prabowo.
Prabowo menyebut Danantara telah memulai 26 proyek hilirisasi sepanjang Februari hingga April 2026. Sebanyak 13 proyek melakukan groundbreaking pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.
Proyek tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan alumina menjadi aluminium.
"Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai," tambah Prabowo.
Pengembangan PSEL selanjutnya menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperluas pemanfaatan teknologi pengolahan sampah sekaligus mendorong penyediaan energi dari sumber yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
4

















































