313 Motor Angkut Sampah di Makassar Rusak

5 hours ago 4
313 Motor Angkut Sampah di Makassar RusakKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman (Dok: Nursinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Ratusan armada pengangkut sampah di Kota Makassar tercatat mengalami kerusakan.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan pengangkutan sampah di lapangan.

Kepala DLH Makassar Helmy Budiman mengungkapkan, kerusakan terjadi pada sejumlah jenis armada yang tersebar di 14 kecamatan.

“Di tengah kebutuhan pelayanan persampahan yang terus meningkat, kondisi sebagian armada yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian agar tidak mengganggu efektivitas pengangkutan sampah di lapangan,” ujar Helmy, Selasa (25/08).

Data inventaris DLH Makassar mencatat, dari 1.073 motor roda tiga, sebanyak 236 unit rusak ringan dan 77 unit rusak berat. Artinya, terdapat 313 motor yang tidak dalam kondisi baik.

Kerusakan juga ditemukan pada armada Tangkasaki. Dari total 221 unit, sebanyak 35 unit mengalami rusak ringan dan 3 unit rusak berat.

Pada armada dump truck atau kendaraan terbuka, DLH mencatat 147 unit tersedia. Sebanyak 44 unit mengalami rusak ringan, sementara tidak ada yang masuk kategori rusak berat.

Kondisi serupa terjadi pada armada arm roll truck. Dari 62 unit, sebanyak 18 unit rusak ringan dan 2 unit rusak berat.

Untuk arm roll truck berkapasitas lebih dari 10 meter kubik, terdapat 16 unit. Hanya 8 unit yang masih beroperasi, sementara 4 unit rusak ringan dan 4 unit lainnya rusak berat.

Sementara armada mobil sampah compactor yang tersedia sebanyak 7 unit, dengan 2 unit mengalami kerusakan.

Helmy mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pengangkutan sampah Makassar masih ditopang armada dengan kondisi yang beragam, sementara kebutuhan pelayanan terus meningkat.

“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” katanya.

Jika ditotal dari seluruh jenis armada yang tercatat, terdapat ratusan kendaraan yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan maupun berat.

Helmy menegaskan, kondisi armada tersebut perlu menjadi perhatian agar kerusakan tidak berujung pada terganggunya pelayanan pengangkutan sampah masyarakat.

“Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penambahan maupun peremajaan armada. Kita juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, pengurangan beban pengangkutan menjadi bagian penting ketika sebagian armada tidak berada dalam kondisi optimal. Sampah perlu dipilah dan diselesaikan sejak dari sumbernya agar volume yang harus diangkut menuju tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Dengan kondisi armada yang masih mengalami kerusakan, DLH Makassar mendorong pengelolaan sampah tidak sepenuhnya bergantung pada proses pengangkutan.

“Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar,” kata Helmy.

Ia menegaskan, penanganan sampah ke depan harus dimulai dari tingkat rumah tangga, lingkungan hingga tingkat kecamatan sehingga tidak seluruh sampah berakhir di TPA.

“Dengan sistem ini, penanganan sampah tidak hanya diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga secara komunal dan tingkat kecamatan,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news