
Sejumlah orang tua ada yang mengantre dan menunggu proses anaknya masuk asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo, Jumat (31/7/2026)/Harian Jogja-Khairul Ma\'arif\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan kondisi kesehatan ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT I) Kulonprogo terpantau sejak awal tahun ajaran.
Sebanyak 359 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tes Kebugaran Anak Sekolah yang digelar selama tiga hari, 3–5 Agustus 2026, sebagai upaya mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan sekaligus mengukur kesiapan fisik mereka dalam mengikuti kegiatan belajar.
Enam Puskesmas Diterjunkan
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Dinkes Kulonprogo mengerahkan tenaga kesehatan dari enam puskesmas sekaligus. Masing-masing yakni Puskesmas Lendah I, Lendah II, Galur I, Galur II, Sentolo I, dan Sentolo II.
Tim medis bekerja secara bergantian dengan target pemeriksaan sekitar 120 siswa setiap hari. Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta didik dapat memperoleh layanan pemeriksaan secara menyeluruh dalam waktu yang telah ditentukan.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi fisik siswa sejak dini. Dengan begitu, potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi proses belajar dapat segera teridentifikasi.
"Melalui Cek Kesehatan Gratis dan tes kebugaran ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang baik sebagai modal utama dalam mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan dapat terlaksana dengan optimal melalui kolaborasi berbagai pihak," ujar Susilaningsih kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Deteksi Dini Faktor Risiko Kesehatan
Menurut Susilaningsih, hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi dasar pemetaan kondisi kesehatan para siswa. Data tersebut penting untuk mengetahui faktor risiko yang mungkin dimiliki peserta didik sehingga penanganan lebih lanjut dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan.
Selain pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pengujian tersebut bertujuan mengetahui tingkat kesiapan fisik siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Pemeriksaan Mata hingga Gula Darah
Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo, Angga Yudhistira, menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan mencakup sejumlah aspek kesehatan dasar.
Pemeriksaan meliputi kondisi mata, pengukuran kadar gula darah, pengecekan tekanan darah atau tensi, hingga tes kebugaran jasmani.
Menurutnya, seluruh siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti rangkaian tes kebugaran.
"Sebelum tes kebugaran harus dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu," jelasnya.
Siswa Jalani Tes Lari 1,6 Kilometer
Dalam tes kebugaran, para pelajar diminta berlari mengelilingi lapangan yang berada di depan Aula Serbaguna SRT I Kulonprogo.
Setiap siswa harus menyelesaikan 10 putaran lapangan dengan total jarak tempuh sekitar 1,6 kilometer. Metode tersebut digunakan untuk mengukur daya tahan tubuh dan kemampuan fisik para peserta didik.
Hasil tes nantinya dapat menjadi gambaran awal mengenai tingkat kebugaran siswa serta membantu sekolah maupun tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan kondisi fisik mereka secara berkelanjutan.
Pendamping PKH Ikut Kawal Pelaksanaan
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial RI. Melalui Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan ramah anak.
Kehadiran pendamping PKH di lapangan membantu proses pendampingan siswa selama mengikuti pemeriksaan maupun tes kebugaran. Selain itu, mereka juga memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Kolaborasi antara Dinkes Kulonprogo, puskesmas, sekolah, dan Kementerian Sosial RI tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau sejak awal, para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo diharapkan dapat mengikuti proses belajar secara optimal dan mendukung perkembangan mereka ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
5

















































