Ada Kebijakan WFA, Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Kali

4 hours ago 1

Ada Kebijakan WFA, Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Kali Foto ilustrasi arus mudik. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA–Lonjakan pergerakan masyarakat pada momentum Idulfitri mendatang diperkirakan tidak hanya terjadi dalam satu fase. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terbagi ke dalam dua gelombang besar yang perlu diwaspadai oleh para pengendara.

Proyeksi gelombang pertama puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 14 hingga 15 Maret 2026. Menariknya, pemerintah juga berencana menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret sebagai langkah strategis untuk memecah kepadatan lalu lintas, sebelum akhirnya memasuki fase puncak arus mudik kedua yang diprediksi terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.

"Prediksi puncak arus mudik ini kemungkinan terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," ujar Sigit saat memberikan keterangan di PTIK, Jakarta, Senin (3/2/2026). Selain kepadatan keberangkatan, jenderal bintang empat tersebut juga menyoroti jadwal kepulangan pemudik yang diprediksi akan mengalami dua fase serupa, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret, serta gelombang kedua pada 28 hingga 29 Maret.

Kepolisian pun telah menyiapkan langkah antisipasi jika volume kendaraan melonjak melebihi kapasitas jalan yang tersedia.

"Bila diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," imbuh Sigit. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran lalu lintas di titik-titik krusial yang kerap menjadi simpul kemacetan parah selama periode mudik Lebaran 2026.

Berdasarkan data survei, terdapat pula rentang waktu tertentu yang dikategorikan sebagai jam rawan, yakni antara pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Faktor utama penyebab kecelakaan yang paling sering ditemukan meliputi kelalaian pengendara dalam menjaga jarak aman, kondisi fisik yang mengalami kelelahan ekstrem, hingga rasa kantuk saat berada di balik kemudi yang berujung pada insiden fatal di jalan raya.

Hal tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi otoritas keamanan agar sosialisasi mengenai keselamatan berkendara terus digencarkan secara masif kepada masyarakat.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan sepanjang rangkaian arus mudik dan balik Lebaran 2026, mengingat kesiapan fisik pengemudi dan kelaikan kendaraan menjadi kunci utama dalam perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news