Warga Temanggung Beralih ke Pertalite, Konsumsi BBM Subsidi Meningkat

2 hours ago 3

Warga Temanggung Beralih ke Pertalite, Konsumsi BBM Subsidi Meningkat

Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten Temanggung mencatat adanya perubahan pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pengguna kendaraan roda dua mulai beralih dari BBM nonsubsidi jenis Pertamax ke BBM subsidi Pertalite sehingga memicu peningkatan permintaan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Meski terjadi lonjakan konsumsi Pertalite, pasokan BBM subsidi di Kabupaten Temanggung dipastikan masih mencukupi. Pemerintah daerah bersama Pertamina terus memantau distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, kondisi stok dan distribusi BBM di wilayahnya masih terkendali. Ketersediaan Pertalite sebagai BBM subsidi dinilai masih aman meskipun terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, stok BBM bersubsidi di Kabupaten Temanggung masih dalam kondisi aman. Memang terdapat pergeseran pola konsumsi dari Pertamax ke Pertalite, khususnya kendaraan roda dua, namun pasokan hingga kini tetap terjaga,” katanya, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi tersebut terutama terjadi pada pengguna sepeda motor yang sebelumnya menggunakan Pertamax kemudian beralih ke Pertalite. Kendati demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi stabilitas pasokan BBM subsidi di daerah.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan memanfaatkan BBM subsidi secara bijaksana agar ketersediaan pasokan tetap terjaga untuk kelompok yang berhak menerima manfaat.

Kuota Pertalite Masih Mencukupi

Sebagai upaya menjaga ketahanan pasokan energi, Kabupaten Temanggung memperoleh alokasi kuota BBM subsidi sebesar 84.665 kiloliter (KL) per tahun. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 7.000 KL setiap bulan dan dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan kuota yang tersedia saat ini, pemerintah daerah memastikan belum terdapat indikasi kekurangan pasokan BBM subsidi meskipun permintaan mengalami peningkatan akibat pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi.

Agus menuturkan, koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan secara berkala guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen. Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan bahan bakar di lapangan.

OPD Diminta Lakukan Penghematan BBM

Selain memantau kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah juga melakukan pengendalian penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan. Menurut Agus, anggaran BBM untuk kendaraan dinas masih berada dalam batas pagu yang telah ditetapkan.

Meski demikian, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menerapkan langkah efisiensi dan pengelolaan penggunaan BBM secara lebih efektif agar pengeluaran tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penghematan dilakukan melalui pengaturan penggunaan kendaraan dinas secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan tugas kedinasan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga efisiensi anggaran sekaligus memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan optimal.

Pemerintah Kabupaten Temanggung akan terus memantau perkembangan konsumsi BBM di masyarakat serta mengevaluasi distribusi energi bersama Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news