Walikota Makassar Munafri Arifuddin saat Memberikan Sambutan dalam Agenda Syawalan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menyoroti kondisi darurat sampah di Kota Makassar yang kini mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa diselesaikan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah.
Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Syawalan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Minggu (12/04).
Dalam forum tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi secara terbuka mengajak Muhammadiyah mengambil peran strategis dalam penanganan sampah berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Masalah sampah ini tidak bisa kita tangani sendiri. Perlu kolaborasi, termasuk dari Muhammadiyah untuk ikut mengedukasi masyarakat,” tegasnya.
Appi menilai, pendekatan pengelolaan sampah harus diubah menjadi lebih produktif. Selain menjaga lingkungan, pengolahan sampah juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan warga.
“Pemilahan sampah plastik punya nilai jual. Ini bisa jadi tambahan penghasilan bagi keluarga jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pemkot Makassar sendiri telah mendorong sistem pengolahan sampah berbasis rumah tangga, mulai dari kompos hingga pemanfaatan maggot sebagai pengurai limbah organik. Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah sekaligus mendukung konsep urban farming di tingkat lorong.
Dalam skema yang ditawarkan, Muhammadiyah didorong untuk membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu.
“Dari sampah menjadi maggot, lalu jadi pakan ternak, dari kompos jadi pupuk, dan dimanfaatkan untuk urban farming. Ini sistem yang saling terhubung,” jelasnya.
Tak hanya itu, Appi juga mengungkap peluang besar investasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di Makassar dengan nilai mencapai Rp3 triliun. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Appi juga menyinggung pentingnya peran Muhammadiyah di sektor pendidikan. Ia membuka peluang kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah kota.
“Kita ingin kualitas pendidikan tetap terjaga, termasuk melalui sekolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya.
Appi kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Makassar.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa kolaborasi,” tukasnya.


















































