Sambut Asesor UNESCO, Maros Perkuat Kolaborasi Pertahankan Status Global Geopark

1 hour ago 1
Sambut Asesor UNESCO, Maros Perkuat Kolaborasi Pertahankan Status Global Geopark Wakil Bupati Pemkab Maros, Andi Muetazim Mansyur (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyatakan kesiapannya dalam menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep pada tanggal 28 sampai dengan 31 Juli 2026.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Pemkab Maros, Andi Muetazim Mansyur pada Senin (27/7).

“Alhamdulillah kami baru saja menghadiri gala dinner yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep,” ucapnya.

Ia turut membeberkan bahwa dukungan terus diberikan oleh Pemkab Maros terhadap revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.

“Karena ini sudah revalidasi tiap tiga tahun yang lalu, maka Pemkab Maros bersama stakeholder yang lain berkolaborasi guna merawat warisan geologi yang diberikan Maros dari Tuhan Yang Maha Esa,” paparnya.

Andi Muetazim Mansyur kembali mengungkapkan terkait penyambutan asesor UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep diakui telah sangat siap.

Sebelumnya, Badan Pengelola Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp) mengintensifkan persiapan menjelang revalidasi UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 27 sampai dengan 31 Juli 2026 mendatang.

Evaluasi berkala yang dilakukan setiap empat tahun tersebut menjadi penentu keberlanjutan pengakuan internasional yang diraih kawasan karst Maros-Pangkep sejak tahun 2023.

General Manager Badan Pengelola MPUGGp, Dedy Irfan Bachri, menyampaikan, jika seluruh program pengelolaan kawasan selama tiga tahun terakhir diarahkan untuk memenuhi rekomendasi dari UNESCO.

Ia mengatakan jika asesmen kali ini tidak hanya menilai aspek konservasi namun juga dampak geopark terhadap pengembangan ekonomi, pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.

“Status UNESCO Global Geopark harus dibuktikan lewat pengelolaan yang berkelanjutan juga manfaat yang dirasakan masyarakat,” jelasnya pada Jumat (26/06).

Tercatat, Maros-Pangkep menjadi satu-satunya UNESCO Global Geopark yang ada di Pulau Sulawesi serta menjadi bagian dari 12 UNESCO Global Geopark yang dimiliki oleh Indonesia.

Kawasan tersebut dikenal memiliki bentang alam karst yang luas serta kekayaan warisan budaya berupa ratusan situs prasejarah.

Sampai saat ini, tercatat 724 situs prasejarah sudah ditemukan di kawasan tersebut.

“Selama lima hari pelaksanaan revalidasi, dua asesor UNESCO yang berasal dari Slovenia dan Tiongkok dijadwalkan untuk mengunjungi sejumlah geosite,” terangnya.

“Beberapa diantaranya seperti Leang-Leang, Bantimurung, Kampung Berua, Rammang-Rammang sampai dengan Pulau Kapoposang,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Dedy, mereka akan melakukan evaluasi pengelolaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, konservasi, pengembangan pariwisata berkelanjutan juga berbagai inovasi yang dilakukan sejak penetapan status UNESCO.

Asesor juga akan melihat bagaimana perkembangan infrastruktur, termasuk operasional Kereta Api Sulawesi Selatan yang melintasi kawasan karst.

“Juga berbagai program pendukung misalnya penguatan UMKM, edukasi geopark di sekolah dan penyediaan informasi kawasan dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta aksara Lontara,” jelasnya.

Dedy menyatakan bahwa keberhasilan status UNESCO bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah akademisi, dunia usaha, media sampai dengan masyarakat.

Diharapkan, kolaborasi yang ada mampu memperkuat posisi Maros-Pangkep sebagai kawasan geopark berkelas dunia sekaligus mendorong pelestarian warisan alam serta budaya secara berkelanjutan.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news