Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengultimatum penertiban parkir liar dan aktivitas pergudangan yang dinilai menjadi biang kemacetan serta keresahan warga di sejumlah wilayah kota.
Penataan ini tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga menyentuh persoalan administrasi yang selama ini dinilai longgar.
Appi menegaskan seluruh aktivitas usaha, termasuk gudang dan logistik, wajib terdata dan berizin jelas.
“Pastikan semua yang berjalan di wilayah itu sesuai aturan, tidak ada yang melanggar, dan semua terdata dengan baik,” tegasnya, Selasa (07/04).
Sorotan utama diarahkan pada praktik parkir kendaraan ekspedisi di badan jalan hingga lorong permukiman. Aktivitas tersebut disebut memicu kemacetan sekaligus mengganggu kenyamanan warga, terutama di kawasan utara Makassar seperti Tallo dan sekitarnya.
“Sering kali sopir membawa pulang mobil dan diparkir di pinggir jalan atau lorong. Ini menimbulkan keresahan. Tidak boleh ada lagi aktivitas seperti ini tanpa izin,” ujar Appi.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP bergerak cepat melakukan penertiban, sekaligus memperketat pengawasan terhadap gudang-gudang yang selama ini luput dari kontrol.
Menurutnya, persoalan pergudangan bukan sekadar isu teknis tata ruang, melainkan berkaitan langsung dengan ketertiban kota, potensi kemacetan, hingga dampak sosial di tengah masyarakat.
“Termasuk melakukan penertiban secara tegas terhadap aktivitas yang melanggar aturan,” tambahnya.
Di sisi lain, Appi juga menekan peran camat dan lurah sebagai ujung tombak pengawasan wilayah. Ia menilai aparat kewilayahan harus memahami secara detail kondisi daerahnya, mulai dari data warga, aktivitas ekonomi, hingga investasi yang berjalan.
“Camat dan lurah tidak hanya pelaksana administratif, tapi harus jadi problem solver yang responsif terhadap persoalan warga,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pola kerja one man show dalam pemerintahan wilayah. Distribusi tugas dinilai penting agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Jangan semua pekerjaan ditumpuk pada satu orang. Ini kerja tim, harus terstruktur dan kolaboratif,” tegasnya.
Selain penertiban, Pemkot Makassar juga mendorong pembenahan lingkungan, termasuk pengelolaan taman kota dan penguatan program Jumat Bersih. Munafri menekankan pentingnya kejelasan tanggung jawab antar instansi agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Jangan ada yang ambigu, harus jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai bentuk motivasi, Pemkot berencana memberikan penghargaan bagi kelurahan terbaik dan terbersih pada peringatan hari jadi Kota Makassar.
“Insya Allah bulan November kita umumkan kelurahan terbaik dengan hadiah yang fantastis,” tukasnya.


















































