Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bansos reguler kuartal pertama 2026 telah cair dan terealisasi 90 persen dari total 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai penyaluran bantuan sosial tersebut mencapai Rp20 triliun.
Realisasi tersebut mencakup bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau Pangan Non-Tunai (BPNT) yang disalurkan pada periode Januari–Maret 2026. Selain itu, Kemensos juga mengalokasikan bantuan serupa bagi 1,7 juta penyintas bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam, menyampaikan bahwa pada kuartal pertama tahun ini total bansos reguler yang digelontorkan mencapai Rp20 triliun untuk 18 juta KPM.
Dalam periode penyaluran yang sama, Kemensos juga menyalurkan Rp1,8 triliun untuk bansos reguler PKH dan sembako kepada 1,7 juta penerima manfaat yang merupakan penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggarannya Rp1,8 triliun,” ujarnya.
Di luar bansos reguler, Saifullah menjelaskan bahwa Kemensos turut menyalurkan bansos adaptif atau bansos kebencanaan di tiga provinsi tersebut. Bantuan itu meliputi logistik dan dapur umum, santunan korban meninggal atau luka, jaminan hidup, hingga bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.
Pada tahap pertama penyaluran, nilai bansos kebencanaan yang digelontorkan mencapai Rp632,8 miliar hingga dasarian kedua Februari untuk ketiga provinsi tersebut.
Kemensos merinci, santunan korban meninggal dunia telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan total nilai lebih dari Rp14,8 miliar.
Adapun jaminan hidup diberikan kepada 175.211 penerima manfaat sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, dengan total anggaran Rp238 miliar. Penyaluran dilakukan melalui layanan PT Pos Indonesia dan transfer rekening penerima melalui Bank Syariah Indonesia maupun bank milik pemerintah lainnya.
Selanjutnya, bantuan isian rumah telah disalurkan kepada 47 ribu keluarga penerima manfaat dengan nilai lebih dari Rp143 miliar. Setiap keluarga menerima Rp3 juta untuk kebutuhan perlengkapan rumah bagi pengungsi yang menempati hunian sementara, hunian tetap, maupun mengungsi mandiri dengan sistem sewa.
Pemerintah melalui Kemensos juga memberikan bantuan stimulus sosial ekonomi kepada 47 ribu keluarga dengan total anggaran Rp238 miliar. Setiap rumah tangga menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana, seiring percepatan distribusi bansos PKH dan BPNT kuartal pertama 2026 yang terus dimonitor hingga seluruh KPM menerima haknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

5 hours ago
1















































