Beras SPHP dan minyak goreng (dok. Syamsi/KabarMakassar)KabarMakassar.com — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026 berupa bantuan pangan beras dan minyak goreng. Program ini menyasar 33.244.408 penerima untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Penugasan tersebut tertuang dalam warkat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tertanggal 11 Februari 2026. Dalam surat itu, penyaluran bantuan diminta dilakukan satu kali sekaligus setelah anggaran terbit dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.
Setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk alokasi satu bulan. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menyebut program bantuan pangan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga harga pangan agar tetap terjangkau selama bulan suci.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Bantuan tersebut akan diberikan selama dua bulan kepada keluarga penerima manfaat.
“Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat,” ucap Amran, baru-baru ini.
Secara kuantitas, Bulog akan menyalurkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter untuk program ini. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun guna mendukung pelaksanaan bantuan pangan tersebut.
Bapanas melaporkan, per 13 Februari 2026 total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sedangkan 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial.
Untuk stok minyak goreng, Bulog masih memiliki sekitar 15 ribu kiloliter. Pemerintah memastikan ketersediaan stok mencukupi untuk mendukung kelancaran program bantuan pangan selama Februari dan Maret.
Sebelumnya, realisasi program bantuan pangan yang telah berjalan mencapai 18.167.117 penerima di seluruh Indonesia. Hingga selesai per 31 Januari 2026, bantuan tersebut telah mendistribusikan beras sebanyak 363,3 ribu ton dan minyak goreng 72,6 ribu kiloliter.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan kesiapan pemerintah menggulirkan kembali bantuan pangan serta meminta dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, kelancaran logistik menjadi kunci utama implementasi program ini.
“Bantuan pangan akan dibagikan di bulan Februari itu terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Nah, ini pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” papar Airlangga.
Airlangga juga menyebut stok pangan pemerintah cukup kuat seiring peningkatan produksi beras dalam negeri. Pemerintah memperkirakan produksi beras Januari hingga Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton, meningkat 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Terkait dengan kesiapan dan juga peningkatan produksi beras di bulan Januari, Februari sampai dengan Maret, di mana diperkirakan dengan kenaikan (produksi) yang ada itu, bansos yang diberikan beras itu mencukupi, karena stoknya nanti akan terpenuhi di akhir Maret,” kata Airlangga.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional pada 2026.


















































