Jumali Sabtu, 19 September 2026 21:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah makalah yang terbit di jurnal Science pada 1960 kembali menjadi perhatian karena mencantumkan tanggal 13 November 2026 dalam judulnya. Artikel ilmiah itu membahas pertumbuhan populasi manusia dan memperkirakan jumlah penduduk akan mendekati tak terhingga apabila pola pertumbuhan selama dua milenium sebelumnya terus berlanjut.
Makalah berjudul Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026 tersebut ditulis Heinz von Foerster, Patricia M. Mora, dan Lawrence W. Amiot. Penelitian itu menggunakan model matematika untuk menggambarkan tren pertumbuhan populasi berdasarkan data historis.
Tanggal yang disebut dalam makalah itu bukan bukti bahwa dunia akan benar-benar berakhir pada 13 November 2026. Perkiraan tersebut merupakan hasil ekstrapolasi matematis dengan asumsi pola pertumbuhan penduduk masa lalu terus berlangsung.
Prediksi yang Kembali Menarik Perhatian
Prediksi kehancuran dunia bukan hal baru. Namun, makalah von Foerster dan rekan-rekannya menarik perhatian karena menggunakan pendekatan matematis dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah.
Dalam artikel tersebut, para peneliti memperkirakan pertumbuhan populasi dapat mencapai kondisi yang secara matematis digambarkan menuju tak terhingga. Model itu didasarkan pada tren yang diamati dari data pertumbuhan penduduk, bukan pernyataan bahwa suatu bencana tertentu pasti akan terjadi pada tanggal yang disebutkan.
Ketika makalah itu diterbitkan, populasi dunia berada di kisaran 3 miliar jiwa. Jumlah penduduk dunia kini telah meningkat jauh dibandingkan periode tersebut. Namun, pertumbuhan populasi tidak dapat dipahami hanya dengan memperpanjang tren masa lalu tanpa memperhitungkan perubahan tingkat kelahiran, kematian, dan kondisi sosial-ekonomi.
Heinz von Foerster dan Pandangannya tentang AI
Selain dikenal melalui penelitian populasi, Heinz von Foerster juga terlibat dalam diskusi mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam wawancara pada 1995 yang dimuat oleh Stanford Humanities Review dan tersedia melalui The Information Philosopher, von Foerster membahas perbedaan antara kemampuan mesin dan cara manusia berpikir. Ia mengkritik kecenderungan untuk menganggap bahwa mesin yang menjalankan fungsi tertentu benar-benar berpikir dengan cara yang sama seperti manusia.
Menurut pandangannya, penggunaan istilah “berpikir” untuk mesin perlu dipahami secara hati-hati. Kemampuan mesin menyelesaikan tugas tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa prosesnya sama dengan kognisi manusia.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang bagaimana manusia memahami dan berinteraksi dengan teknologi. Namun, pandangan von Foerster mengenai AI merupakan pembahasan tersendiri dan tidak menjadi dasar dari perhitungan pertumbuhan populasi dalam makalah 1960.
Memahami Konteks Prediksi 2026
Makalah tersebut menggunakan model yang memproyeksikan tren pertumbuhan populasi ke masa depan. Hasilnya menghasilkan tanggal 13 November 2026 sebagai titik ketika jumlah penduduk secara matematis akan mendekati tak terhingga jika pola pertumbuhan sebelumnya berlanjut tanpa perubahan.
Proyeksi seperti itu sangat bergantung pada asumsi model. Pertumbuhan penduduk nyata dipengaruhi banyak faktor, sehingga tren historis tidak otomatis berlanjut dengan pola yang sama selamanya.
Karena itu, tanggal yang tercantum dalam judul makalah tidak tepat dipahami sebagai kepastian kiamat. Artikel tersebut lebih tepat dibaca sebagai proyeksi matematis yang menunjukkan konsekuensi jika pola pertumbuhan tertentu terus berlangsung.
Meski prediksi itu tidak membuktikan bahwa dunia akan berakhir pada tanggal tersebut, makalah von Foerster dan rekan-rekannya tetap menjadi bagian dari sejarah kajian pertumbuhan populasi. Sementara itu, pemikiran von Foerster mengenai AI mengingatkan bahwa kemampuan teknologi perlu dipahami secara kritis, terutama ketika istilah dan perilaku mesin disamakan begitu saja dengan manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































