Stok Beras Bulog Banyumas 76.000 Ton, Aman hingga 2027

1 hour ago 1

Newswire

Newswire Senin, 31 Agustus 2026 18:07 WIB

Stok Beras Bulog Banyumas 76.000 Ton, Aman hingga 2027

Petugas Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Cindaga, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas\r\n

Harianjogja.com, BANYUMAS— Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya aman hingga Maret 2027. Persediaan yang saat ini mencapai sekitar 76.000 ton setara beras dinilai mencukupi untuk kebutuhan bantuan pangan dan keperluan lainnya hingga menjelang panen raya 2027.

Wilayah kerja Bulog Banyumas mencakup empat kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Stok tersebut tersimpan di sejumlah gudang dan tetap dijaga meskipun sebagian terus bergerak untuk penyaluran bantuan pangan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan persediaan beras masih terus mengalami perubahan seiring berlangsungnya penyerapan gabah dari petani dan penyaluran bantuan pangan.

"Stok kita masih di angka sekitar 76 ribuan ton setara beras. Ini masih terus bertambah dengan adanya penyerapan, juga ada yang keluar untuk penyaluran bantuan pangan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin (31/8/2026).

Menurut Prawoko, meski stok berkurang akibat penyaluran bantuan pangan, kondisi persediaan Bulog Banyumas masih cukup kuat untuk menjaga ketersediaan beras di wilayah kerjanya.

Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Capai 92,74%

Selain menjaga stok yang tersedia, Bulog Banyumas masih menjalankan pengadaan cadangan pangan pemerintah. Target pengadaan pada 2026 ditetapkan sebanyak 72.312 ton setara beras.

Hingga saat ini, realisasi pengadaan tersebut telah mencapai sekitar 67.000 ton setara beras atau 92,74 persen dari target 2026.

"Kalau pengadaan cadangan pangan pemerintah sudah 92 persen, mendekati 93 persen dan masih berproses," katanya menegaskan.

Proses pengadaan tetap dilakukan melalui penyerapan gabah petani. Upaya tersebut berlangsung meskipun harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini relatif tinggi.

Berdasarkan kondisi di lapangan, harga GKP berada pada kisaran Rp7.400 hingga Rp8.500 per kilogram, tergantung pada kualitas gabah.

"Kalau petani yang mau menjual dengan harga Bulog (sebesar Rp6.500 per kilogram berdasarkan harga pembelian pemerintah terhadap GKP), tidak apa-apa. Kami masih terus menyerap," katanya.

Penyerapan Gabah Terus Dioptimalkan

Untuk memperkuat penyerapan gabah, Bulog juga melakukan kegiatan serapan gabah bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian dan TNI. Kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 129.000 ton.

Prawoko mengatakan penyerapan akan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi panen dan ketersediaan gabah di masing-masing wilayah Banyumas Raya.

Di Kabupaten Banyumas, sejumlah daerah masih mencatat aktivitas panen yang cukup banyak. Kecamatan Rawalo dan Jatilawang menjadi wilayah yang disebut masih mengalami panen cukup besar.

Kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Cilacap. Aktivitas panen masih relatif banyak berlangsung di Kecamatan Nusawungu dan Binangun, serta sejumlah wilayah di bagian barat kabupaten tersebut.

"Yang masih cukup banyak itu di Cilacap dan Banyumas. Area Cilacap barat juga masih banyak," katanya.

Berbeda dengan Banyumas dan Cilacap, aktivitas panen di Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga dinilai tidak terlalu signifikan. Panen di dua wilayah tersebut berlangsung secara sporadis.

Pantau Panen dan Harga Gabah

Bulog Banyumas akan tetap memantau perkembangan panen serta harga gabah di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani sekaligus menjaga cadangan pangan pemerintah.

Ketersediaan stok yang kuat menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan beras masyarakat di Banyumas Raya tetap terpenuhi. Cadangan tersebut juga menopang penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Banyumas.

"Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan stok beras, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung penyaluran bantuan pangan di wilayah Banyumas Raya," kata Prawoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news