Ratusan Atlet Nasional Ikuti Kejuaraan Panahan Waroeng SS 2026, Ada Peserta Kanada

48 minutes ago 2

Ratusan Atlet Nasional Ikuti Kejuaraan Panahan Waroeng SS 2026, Ada Peserta Kanada

Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan peserta dari Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Lapangan Panahan Banguntapan, Bantul. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 499 atlet bersama official dari 86 klub ambil bagian dalam Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 Tahun 2026 di Lapangan Panahan Gladian Jayandaru, Banguntapan, Bantul.

Kejuaraan panahan tahunan tersebut resmi dibuka pada Senin (21/9/2026) sore dan akan berlangsung hingga Minggu (27/9/2026). Peserta berasal dari 45 kabupaten/kota di 12 provinsi di Indonesia serta satu peserta mancanegara dari Kanada.

Kompetisi tahun ini menjadi ajang bertemunya ratusan atlet panahan dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar negeri.

"Kejuaraan ini diikuti 499 atlet dan official oleh 86 klub dari 45 kabupaten/kota dari 12 provinsi di Indonesia, serta turut diramaikan peserta dari Kanada. Kehadiran peserta skala nasional dan mancanegara ini tentu menjadi kehormatan tersendiri," kata Pendiri Waroeng SS Yoyok Hery Wahyono.

Empat Kategori Gladhi Panahan

Pada Waroeng SS Gladhi Panahan 9, terdapat empat kategori utama yang dipertandingkan. Pertama, Recurve 70 Meter untuk putra dan putri dengan nomor individu, mixed team, dan beregu.

Kedua, Compound 50 Meter untuk putra dan putri yang juga mempertandingkan nomor individu, mixed team, dan beregu. Ketiga, Standar Nasional U-21 40 Meter untuk putra dan putri dengan nomor individu, mixed team, dan beregu. Keempat, Barebow 40 Meter untuk putra dan putri yang mempertandingkan nomor individu, mixed team, dan beregu.

Sementara itu, Waroeng SS Gladhi Barebow 5 menghadirkan tiga kategori pertandingan. Kategori pertama yakni Barebow Internal 30 Meter untuk putra dan putri dengan nomor individu, mixed team, dan beregu.

Kategori kedua adalah Barebow Master 50 Meter untuk putra dan putri yang dipertandingkan pada nomor individu. Kategori ketiga yakni Barebow Umum 50 Meter untuk putra dan putri dengan nomor individu, mixed team, dan beregu.

Barebow Ditargetkan Masuk Ajang Internasional

Yoyok menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan nomor barebow agar dapat dipertandingkan dalam ajang multi-event internasional. Salah satu target yang disebutkan adalah mendorong nomor tersebut agar dapat dilombakan pada ajang seperti SEA Games 2027 di Kuala Lumpur.

"Pada 2027 mendatang, ajang Gladhi Panahan juga direncanakan berkembang menjadi kompetisi berskala open international dengan tambahan kategori mahasiswa," katanya.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana penyelenggaraan Gladhi Panahan pada tahun mendatang. Kompetisi juga diharapkan dapat terus memperluas cakupan peserta.

Kejuaran ini memperebutkan uang pembinaan sekitar Rp330 juta bagi para pemenang. Besarnya apresiasi tersebut diberikan untuk menghargai kerja keras para atlet sekaligus mendorong semangat juang mereka dalam meraih prestasi.

“Insyaallah dengan apresiasi yang baik, motivasi berprestasi semakin menyala dan membara hingga bisa meraih podium Olimpiade,” ujar Yoyok.

Panahan Jadi Wadah Pembentukan Karakter

Ketua Umum Pengda Perpani DIY, BPH Kusumo Bimantoro, menyambut hangat kehadiran peserta dari berbagai daerah. Dia mengingatkan para pemanah untuk tidak hanya fokus pada sasaran, tetapi juga mampu mengendalikan diri selama pertandingan.

“Dalam panahan, sasaran memang berada di depan mata. Tetapi tantangan yang harus kita hadapi sering kali justru berada dalam diri kita sendiri, seperti rasa takut, keraguan, dan ketidaksabaran. Hadirkanlah ketenangan, percayalah pada latihan yang sudah dijalani, serta berikan usaha terbaik hingga anak panah terakhir,” pesan BPH Kusumo Bimantoro.

Kompetisi tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Batalyon Arhanud 21 Pasgat Jogja Letkol Pas Yosef Yohanes Abidinfundu. Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan bahwa pertandingan olahraga tidak hanya berkaitan dengan hasil kompetisi. Ajang seperti ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter atlet.

“Turnamen ini bukan hanya soal ketepatan, tetapi wadah pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi inti dari setiap kompetisi yang kita gelar,” tegas Letkol Pas Yosef Yohanes Abidinfundu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news