Jumali Senin, 31 Agustus 2026 09:57 WIB

Warga mengantre membeli bahan bakar minyak (BBM), di sebuah SPBU di Kota Jogja, Selasa (31/3/2026). - Harian Jogja/Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA—Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Senin (31/8/2026) masih bertahan sesuai tarif yang berlaku sejak awal Agustus 2026. Meski demikian, masyarakat kini menantikan keputusan terbaru Pertamina Patra Niaga terkait kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi yang akan berlaku mulai 1 September 2026.
Penyesuaian harga tersebut menjadi perhatian karena dalam beberapa bulan terakhir harga BBM nonsubsidi mengalami perubahan mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Pada 1 Agustus 2026, Pertamina menurunkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi. Penurunan tersebut mencakup Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo yang mengalami koreksi harga cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Harga Pertamax yang sebelumnya berada di level Rp16.250 per liter turun menjadi Rp15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green mengalami penurunan dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Penurunan paling besar terjadi pada Pertamax Turbo. Produk BBM beroktan tinggi tersebut turun Rp1.000 per liter dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Berbeda dengan tiga produk tersebut, harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan selama Agustus 2026. Dexlite tetap dipasarkan dengan harga Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex bertahan di angka Rp21.150 per liter.
Sementara itu, masyarakat pengguna BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Pemerintah juga telah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi global.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor utama. Selain mengacu pada tren harga minyak dunia, perusahaan juga memperhatikan nilai tukar rupiah serta ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, sebelumnya menyampaikan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi global dan kemampuan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan harga tidak hanya bertujuan menyesuaikan kondisi pasar, tetapi juga memastikan pasokan BBM nasional tetap tersedia secara optimal di seluruh wilayah Indonesia.
Menjelang pengumuman harga terbaru pada 1 September 2026, belum ada kepastian apakah harga BBM nonsubsidi akan kembali turun, bertahan, atau justru mengalami kenaikan. Keputusan tersebut diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak internasional selama beberapa pekan terakhir serta pergerakan kurs rupiah.
Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada konsumsi BBM nonsubsidi disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari Pertamina terkait penyesuaian harga yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang masih berlaku hingga 31 Agustus 2026:
Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp15.950 per liter
Pertamax Green: Rp16.600 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































