BMKG: Segmen Kajai-Talamau Picu Potensi Tsunami Danau Maninjau

2 weeks ago 9

Harianjogja.com, PADANG—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi tsunami danau di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang dipicu aktivitas patahan Segmen Kajai-Talamau.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan potensi tersebut muncul apabila terjadi gempa bumi dengan kekuatan maksimum magnitudo 6,1. Meski tidak tergolong signifikan, gempa dapat memicu longsoran di tebing danau atau kawah yang berujung pada gelombang tsunami danau.

BMKG mencatat kejadian serupa pernah terjadi di Danau Singkarak pada 2007, saat gempa Padang Panjang bermagnitudo 6,1 akibat aktivitas Patahan Sumani memicu gelombang di permukaan danau.

"Segmen Kajai-Talamau ini jika terjadi gempa bumi maksimum 6,1 magnitudo maka ada potensi tsunami Danau Maninjau meskipun tidak signifikan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suaidi Ahadi saat dihubungi di Kota Padang, Rabu.

Suaidi menjelaskan ketika terjadi lindu akibat pergeseran patahan atau Segmen Kajai-Talamau maka bisa berimbas pada longsoran di sekitar kawah maupun danau tektonik tersebut. "Longsoran itulah yang menyebabkan aktivitas tsunami," katanya.

Ia mengatakan peristiwa tsunami danau di Ranah Minang pernah terjadi pada 2007 di Danau Singkarak yang berada di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Tsunami tersebut dipicu oleh aktivitas patahan Sumani yang menyebabkan gempa Padang Panjang dengan magnitudo 6,1 sebanyak dua kali.

"Jadi, potensi tsunami Danau Maninjau ini memang ada terutama jika terjadi longsoran di kawah atau tebing danau," ujarnya.

BMKG bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta beberapa perguruan tinggi telah melakukan kajian mengenai Segmen Kajai-Talamau dengan potensi ancaman maksimum magnitudo 6,1.

Ke depan BMKG bersama instansi terkait segera membuat pemodelan mengenai potensi ancaman tsunami Danau Maninau yang bersingunggan langsung dengan Patahan Kajai-Talamau. Sebab, hingga kini belum ada pemodelan khusus untuk memperkirakan waktu untuk menyelamatkan diri (golden time).

BMKG mengimbau masyarakat sekitar danau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana berbasis gempa dan longsor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news