Keselamatan Terancam, KBM SDN Kokap Direlokasi ke Eks SD Kanisius

2 hours ago 2

Harianjogja.com, KULONPROGO—Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Kokap, Kulonprogo, terpaksa direlokasi sementara menyusul kondisi bangunan sekolah yang terdampak tanah longsor dan dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

Kepala SDN Kokap, Surohim, menjelaskan longsor menyebabkan pilar bangunan patah sehingga ruang kelas tidak lagi layak digunakan. Atas dasar itu, sejak Selasa (20/1/2026) seluruh KBM dipindahkan ke gedung eks SD Kanisius yang lokasinya berada di sekitar gereja setempat.

“Untuk sementara pembelajaran kami pindahkan ke gedung eks SD Kanisius yang berlokasi dekat gereja. Keputusan relokasi diambil usai disepakati antara komite dan wali murid agar siswa bisa tetap belajar dengan tenang meskipun kondisi darurat,” katanya, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, pihak sekolah bersama sejumlah pemangku kepentingan terus melakukan pemindahan aset penting agar tidak terdampak longsor susulan. Selain itu, pendampingan psikologis juga diberikan kepada siswa agar tetap semangat mengikuti pembelajaran di lokasi sementara.

Menurut Surohim, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, salah satunya dari tim Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah meninjau langsung kondisi tanah dan kontur lokasi bangunan SDN Kokap.

“Alhamdulilah hasil koordinasi terakhir, SDN Kokap sudah masuk program revitalisasi 2026 dan kami sudah diundang pihak sekretariat negara terkait tindak lanjut pembangunannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulonprogo, Nur Wahyudi, menyatakan pihaknya telah mengajukan permohonan revitalisasi SDN Kokap ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Proses inventarisasi kerusakan masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Ia mengungkapkan, tim teknis Kemendikdasmen juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah.

“Kami sudah sampaikan permohonan untuk rehab maupun perbaikan ke SDN Kokap mengingat rekahan tanah kian meluas sampai merusak gedung eks UPTD Kapanewon Kokap sehingga kami kirimkan usulan tambahan terkait kondisi darurat tersebut,” ucapnya.

Nur Wahyudi menegaskan, revitalisasi SDN Kokap diupayakan masuk dalam program nasional jalur kondisi bencana agar prosesnya bisa berjalan lebih cepat.

“Harapan kami usulan segera bisa terwujud mengingat kondisi di lapangan sangat membahayakan, revitalisasi melalui anggaran Kemendikdasmen menjadi solusi utama agar sarana pendidikan kembali berfungsi,” imbuhnya.

Diketahui, tanah longsor terjadi di SDN Kokap pada Senin (19/1/2026) pagi, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah, di antaranya dapur sekolah, ruang UKS, dan beberapa ruang kelas. Longsor tersebut merupakan dampak lanjutan dari rekahan tanah yang sudah muncul sejak awal Januari 2026 dan menyebabkan beberapa bangunan bergeser serta nyaris roboh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news