Ilustrasi cuaca buruk. - Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung, bahkan memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026.
“Mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, kami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Mujahid di Bantul, Rabu.
Ia menjelaskan, dampak cuaca ekstrem dapat memicu berbagai kejadian kebencanaan seperti pohon tumbang, tanah longsor, hingga genangan air di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau melakukan langkah mitigasi sederhana secara mandiri, salah satunya dengan memangkas ranting pohon yang dinilai rawan tumbang di sekitar permukiman.
“Untuk mengantisipasi pohon tumbang, masyarakat bisa melakukan pemangkasan ranting pohon yang berpotensi membahayakan secara mandiri,” ujarnya.
Selain itu, Mujahid juga berharap masyarakat dapat melakukan evakuasi mandiri apabila menemukan tanda-tanda yang membahayakan keselamatan, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD Bantul agar dapat segera ditangani.
“Kami juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di setiap kelurahan dan komunitas relawan agar tetap waspada,” katanya.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang terjadi pada 26 dan 27 Desember lalu mengakibatkan sedikitnya 94 kejadian pohon tumbang, 13 titik gerakan tanah, empat titik genangan air, serta satu lokasi terdampak angin kencang.
Koordinator Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengatakan petugas telah melakukan penanganan cepat di lapangan, termasuk evakuasi dan penanganan pohon tumbang yang menutup akses jalan maupun menimpa rumah warga.
“Untuk penanganan darurat, kami telah mendistribusikan logistik darurat serta melakukan penutupan terpal di lokasi gerakan tanah guna mencegah longsor susulan,” katanya.
Selain itu, personel BPBD Bantul juga telah melakukan pendataan kerusakan fasilitas umum dan permukiman warga sebagai dasar penentuan langkah penanganan lanjutan.
“Pendataan dan penghitungan estimasi kerugian akibat cuaca ekstrem hingga saat ini masih terus dilakukan oleh petugas,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

2 weeks ago
15
















































