Jumali Jum'at, 22 Mei 2026 12:57 WIB

AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Momen tak biasa terjadi dalam gelaran Google I/O 2026 ketika eksekutif Google Josh Woodward memperkenalkan agen AI terbaru bernama Gemini Spark. Alih-alih menggunakan perangkat Pixel, ia justru terlihat mendemonstrasikan teknologi tersebut melalui iPhone 17 Pro, yang langsung menarik perhatian publik dan memicu diskusi luas di kalangan pengamat teknologi.
Dalam presentasi tersebut, Woodward memperlihatkan kemampuan Gemini Spark sebagai agen AI personal yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna. Kehadiran perangkat Apple di panggung Google menjadi sorotan utama, bahkan melampaui fitur teknologi yang sedang didemonstrasikan.
Langkah tersebut kemudian dipahami bukan sebagai insiden, melainkan strategi yang disengaja. Google dinilai ingin menegaskan bahwa layanan AI mereka tidak terbatas pada ekosistem perangkat sendiri, melainkan dapat menjangkau pengguna lintas platform, termasuk pengguna iPhone yang jumlahnya sangat besar secara global.
Data pasar menunjukkan dominasi kuat perangkat Apple di sejumlah wilayah, terutama Amerika Serikat, sehingga menjadi basis pengguna yang tidak bisa diabaikan oleh Google. Dengan kondisi tersebut, pendekatan lintas ekosistem dianggap lebih efektif untuk memperluas adopsi layanan berbasis AI seperti Gemini.
Gemini Spark sendiri disebut berbasis model Gemini 3.5 Flash yang berjalan di infrastruktur cloud Google. Sistem ini dirancang sebagai agen AI “always-on” yang dapat bekerja secara mandiri dalam menangani berbagai tugas pengguna, mulai dari merangkum email hingga menyusun dokumen dan laporan.
Berbeda dengan asisten digital konvensional, Gemini Spark diklaim mampu menjalankan instruksi secara proaktif. Pengguna cukup mengirimkan permintaan melalui sistem yang terhubung, dan AI akan mengeksekusi tugas tanpa intervensi langsung secara terus-menerus.
Dalam demonstrasi tersebut, Google juga menampilkan kompatibilitas layanan AI mereka di berbagai perangkat, termasuk ekosistem Apple dan macOS. Hal ini memperkuat sinyal bahwa perusahaan tengah memperluas strategi agar Gemini dapat digunakan secara universal, tidak terbatas pada perangkat Pixel atau Android.
Spekulasi mengenai kemungkinan kerja sama Google dan Apple pun ikut mencuat. Penggunaan iPhone di panggung Google I/O dinilai sebagai sinyal awal dari potensi integrasi AI yang lebih dalam, terutama dalam pengembangan asisten digital di masa depan.
Jika kolaborasi tersebut benar terjadi, dampaknya diperkirakan akan sangat besar terhadap ekosistem teknologi global, terutama dalam pengembangan asisten pintar yang terintegrasi di berbagai perangkat pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 day ago
7

















































