Ronaldo Kejar Mimpi Terakhir Saat Portugal Tantang Kongo

2 hours ago 4

Jumali

Jumali Rabu, 17 Juni 2026 02:37 WIB

Ronaldo Kejar Mimpi Terakhir Saat Portugal Tantang Kongo

Cristiano Ronaldo /Reuters

Harianjogja.com, JOGJA— Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir bagi Cristiano Ronaldo untuk meraih satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah ia menangkan sepanjang kariernya. Pada usia 41 tahun, megabintang Portugal itu masih menjadi tumpuan utama Selecao das Quinas saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam laga pembuka Grup K, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Pertandingan di Stadion NRG, Houston, menjadi titik awal perjalanan Portugal memburu gelar juara dunia pertama dalam sejarah negara tersebut. Meski berstatus salah satu favorit, skuad asuhan Roberto Martinez memilih tidak terlena oleh ekspektasi tinggi yang menyertai mereka.

Portugal datang ke turnamen dengan performa yang cukup menjanjikan. Mereka menyapu bersih tiga laga uji coba terakhir melawan Amerika Serikat, Cile, dan Nigeria. Sebelumnya, Portugal juga menunjukkan ketajaman luar biasa saat menutup fase kualifikasi dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia.

Catatan lain yang menambah optimisme adalah rekor positif Portugal saat menghadapi wakil Afrika di fase grup Piala Dunia. Sejak 1986, mereka tidak pernah kalah dalam lima pertandingan melawan tim-tim Afrika pada fase tersebut.

Meski demikian, Portugal menghadapi sedikit kekhawatiran terkait kondisi bek andalan Ruben Dias. Pemain yang menjadi pilar lini belakang itu dilaporkan menjalani latihan terpisah sehingga peluang tampil pada laga pembuka masih menunggu perkembangan terakhir.

Bek Portugal Matheus Nunes mengingatkan rekan-rekannya agar tetap fokus sejak menit pertama turnamen.

"Kami harus menjalani setiap pertandingan seolah-olah ini adalah laga final karena di lapangan apa pun bisa terjadi."

Pesan serupa juga datang dari Ronaldo. Peraih lima Ballon d'Or tersebut meminta seluruh pemain Portugal berkonsentrasi pada target jangka pendek, yakni meraih kemenangan pada laga perdana sebelum memikirkan langkah berikutnya.

Kembalinya RD Kongo Setelah 52 Tahun

Di kubu lawan, Republik Demokratik Kongo membawa cerita yang tak kalah menarik. Tim berjuluk Leopards itu kembali tampil di Piala Dunia setelah menunggu selama 52 tahun.

Terakhir kali mereka tampil di ajang ini terjadi pada 1974 saat masih menggunakan nama Zaire. Kala itu, mereka mengalami tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak gol dan harus kebobolan 14 kali.

Kini, sejarah baru ingin ditulis.

Tim besutan Sebastien Desabre berhasil lolos ke putaran final setelah menundukkan Jamaika 1-0 pada babak playoff antarkonfederasi. Mereka tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.

Persiapan RD Kongo menuju turnamen sempat terganggu karena wabah Ebola yang membuat sejumlah pemain harus menjalani karantina sebelum memasuki Amerika Serikat. Dalam laga pemanasan, mereka bermain imbang tanpa gol melawan Denmark dan kalah tipis 1-2 dari Cile.

Meski menghadapi berbagai kendala, Desabre menegaskan anak asuhnya siap bersaing.

"Kami beradaptasi dengan situasi ini. Sekarang, terserah kami untuk menampilkan performa yang baik di turnamen ini."

Portugal Waspadai Pertahanan Kokoh Kongo

RD Kongo diperkirakan mengandalkan organisasi permainan yang disiplin dan pertahanan yang solid. Mereka hanya kebobolan rata-rata 0,56 gol per pertandingan dalam rangkaian perjalanan menuju Piala Dunia.

Arthur Masuaku menjadi sosok berpengalaman yang diharapkan mampu memimpin lini belakang. Bek veteran tersebut telah mengoleksi 44 penampilan internasional dan dikenal memiliki kemampuan distribusi bola yang baik.

Sementara itu, Noah Sadiki akan menjadi motor permainan di lini tengah. Gelandang berusia 21 tahun tersebut tampil menonjol bersama Sunderland dan dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki Kongo saat ini.

Di atas kertas, Portugal tetap lebih diunggulkan. Namun pengalaman berbagai kejutan di Piala Dunia membuat Ronaldo dan kawan-kawan tak bisa memandang sebelah mata lawannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news