Bupati Klaten Hamenang Raih JBBA 2026, Ungkap Strategi Pangan-Wisata

9 hours ago 7

Bupati Klaten Hamenang Raih JBBA 2026, Ungkap Strategi Paangan-Wisata

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan Pangan”, Rabu (15/7/2026)./ Harian Jogja

JOGJA—Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan Pangan”, Rabu (15/7/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Pemkab Klaten dalam mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata sebagai pilar pembangunan daerah, sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan alih fungsi lahan.

Revitalisasi Identitas Pangan Klaten
Dalam sambutannya, Hamenang menyoroti identitas Klaten sebagai daerah penghasil beras legendaris, khususnya varietas rojo lele, yang sempat meredup seiring perubahan zaman.

“Klaten sejak dulu terkenal dengan beras rojo lele. Namun seiring waktu, identitas itu mulai memudar, sehingga kami perlu berinovasi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menilai, perubahan kondisi infrastruktur seperti hadirnya akses tol, jaringan kereta api, serta lima stasiun KRL di wilayah Klaten menjadi peluang baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sinergi Pertanian dan Pariwisata

Hamenang menegaskan, Klaten tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertanian. Diversifikasi ekonomi melalui pengembangan pariwisata menjadi langkah strategis yang kini mulai menunjukkan hasil.

“Kami tidak bisa hanya bergantung pada pertanian, tetapi juga harus melihat potensi pariwisata yang sangat menjanjikan,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, sektor pariwisata Klaten mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 7,5 juta orang, menjadikan Klaten sebagai salah satu destinasi terpopuler di Jawa Tengah.

Desa Jadi Kunci Pengembangan

Menurut Hamenang, strategi utama pembangunan Klaten berangkat dari desa. Pemerintah memetakan potensi sekaligus persoalan di tingkat desa untuk kemudian dikembangkan secara terarah.

“Potensi dan masalah ada di desa. Dari situlah kami memulai, memotret persoalan dan mengembangkan kekuatan yang ada,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

Tantangan Alih Fungsi Lahan

Meski pariwisata berkembang pesat, Hamenang mengakui adanya tantangan besar, terutama alih fungsi lahan pertanian yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

“Ketika pariwisata berkembang, alih fungsi lahan menjadi tantangan utama. Padahal kami harus tetap menjaga Klaten sebagai penyangga pangan,” tegasnya.

Karena itu, Pemkab Klaten berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor wisata dan perlindungan lahan pertanian.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Hamenang menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga masyarakat desa.

“Berkat kolaborasi semua pihak, pembangunan bisa berjalan beriringan antara ketahanan pangan dan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga menyebut penghargaan JBBA 2026 sebagai kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 pada 28 Juli.

“Ini menjadi kado terbaik untuk ulang tahun Klaten, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” imbuhnya.

Komitmen Menuju Klaten Bersinar

Di akhir sambutannya, Hamenang menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Klaten yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mendukung. Klaten kini mulai dilirik dan kami optimistis bisa menjadi kabupaten yang semakin bersinar,” tandasnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news