Mobil Damkar yang terperosok saat hendak mengevakuasi kebakaran di Sidomulyo. Dok BPBD
Harianjogja.com, BANTUL—Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah limasan di RT 1 Padukuhan Padaran Glodogan, di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Rabu (22/4/2026) siang, berlangsung lebih dramatis dari yang dibayangkan. Armada pemadam kebakaran yang seharusnya tiba cepat justru mengalami kendala di perjalanan.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.15 WIB saat warga melaporkan adanya kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik dari instalasi atau meteran. Api dengan cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan armada dari Sektor Pundong sempat meluncur ke lokasi, namun mengalami insiden di jalan. “Kejadian kekakaran itu diduga karena korsleting listrik atau meteran listrik yang meledak,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Saat melintas di Jalan Paker-Dawetan, mobil damkar harus berpapasan dengan kendaraan lain di jalur sempit. Dalam kondisi hujan dan minim pengaman jalan, sopir mengambil keputusan menghindar ke sisi kiri. Namun, kendaraan justru terperosok ke sawah.
“Dengan kondisi jalan yang sempit dan tidak ada bangketan pengaman jalan, driver pemadam saat melaksanakan tugas berinisiatif membanting ke kiri. Tetapi, dikarenakan kondisi saat itu hujan, sehingga mobil Damkar Sektor Pundong terperosok ke sawah,” jelasnya.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, proses evakuasi armada memakan waktu sehingga penanganan kebakaran harus mengandalkan satu unit dari Pos Induk Damkar Bantul.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Bangunan yang terbakar diketahui milik warga bernama Rizki dan digunakan sebagai tempat usaha penyewaan burung kicau.
Akibat kebakaran, sejumlah satwa tidak sempat diselamatkan. “Ada empat burung murai, lima burung cucak rowo, dan 13 burung jalak bali yang terbakar,” ujarnya.
Selain itu, berbagai barang berharga ikut hangus, seperti televisi, dispenser, akuarium, hingga kulkas. Dokumen penting berupa sertifikat burung juga dilaporkan ikut terbakar.
Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga untuk melakukan penanganan awal dan pendataan.
“Personel kami juga melakukan pendataan, terkait kerugian yang dialami oleh pemilik limasan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp90 juta,” tutupnya. Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya akses jalan yang memadai untuk mendukung respons cepat dalam situasi darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
2

















































