Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Antara - Muhammad Heriyanto
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tidak mengurangi kualitas operasional dan layanan perbankan serta keamanan simpanan masyarakat di Bank. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan Bank BUMN akan tetap beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku, menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Menurutnya OJK meminta kepada Bank untuk terus meningkatkan kinerja,profesionalisme, serta pelayanan kepada nasabah dalam rangka meningkatkan kontribusi Bank terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Ia menyebut OJK akan terus memantau perkembangan bisnis Bank BUMN agar tetap sejalan dengan tujuan dan maksud pembentukan BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Pembentukan Danantara tidak mengurangi kualitas operasional dan layanan perbankan, serta keamanan simpanan masyarakat di Bank," paparnya Selasa (25/2/2025).
Di tahap awal BPI Danantara akan mengkonsolidasikan beberapa BUMN besar termasuk BUMN sektor keuangan, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Wajib tunduk dan patuh pada UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Lebih lanjut dia mengatakan sebagaimana diamanatkan UU P2SK, OJK memiliki kewenangan mengatur dan mengawasi industri perbankan termasuk menjaga pengelolaan Bank BUMN agar tetap govern, prudent dan mengedepankan praktik manajemen risiko yang memadai dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Ia menyebut ketiga bank BUMN ini juga merupakan perusahaan terbuka, di mana sebagian sahamnya dimiliki oleh investor selain pemerintah. Sehingga bank berkewajiban untuk tetap berkinerja baik dan membangun persepsi yang positif terhadap semua investor.
Peraturan terkait industri perbankan senantiasa memperhatikan prinsip prudential banking sesuai dengan international best practices yang merupakan konsekuensi Indonesia menjadi anggota G20 & Basel Committee on Banking Supervision (BCBS).
BACA JUGA: Penasihat Presiden Prabowo: Semua BUMN Dikelola Danantara per Maret 2025
"Hal ini menjadi pedoman yang mengikat bagi industri perbankan termasuk bank BUMN dalam setiap aspek bisnis serta meningkatkan integritas dan transparansi pengelolaannya," jelasnya.
Dian menjelaskan OJK telah melakukan koordinasi dengan Kementerian dan atau Lembaga terkait serta industri perbankan mengenai implikasi teknis pembentukan BPI Danantara. Termasuk skema lebih lanjut mengenai pengelolaan Bank BUMN oleh BPI Danantara yang akan diatur melalui peraturan turunan.
Koordinasi OJK juga dalam rangka memastikan pengelolaan Bank BUMN dijalankan dengan baik, konsisten dan berkesinambungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Ketiga bank BUMN yang dikonsolidasikan oleh BPI Danantara memiliki kinerja yang baik dan berkontribusi positif terhadap perekonomian," ucapnya.
Kinerja baik ini dia sebut tercermin dari dana pihak ketiga, laba bersih dan kredit posisi Desember 2024 yang seluruhnya membukukan kenaikan positif dengan kualitas aset yang terjaga baik, permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, sehingga sustainability kinerja ke depan juga dapat diperkirakan terjaga dengan baik.
Menurutnya pada tahun ini Bank BUMN akan fokus mempertahankan fundamental yang sehat dan menciptakan kinerja yang berkelanjutan. Dengan strategi yang terarah, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang prudent. OJK optimis Bank BUMN bisa menjaga pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika kondisi perekonomian global dan domestik.
"Sekaligus memperkuat posisi sebagai pilar utama sektor perekonomian nasional," lanjutnya.
Ia menjelaskan kehadiran BPI Danantara bukan suatu fenomena baru. Sovereign wealth funds sudah diterapkan di banyak negara, antara lain Government Pension Fund Global (Norwegia), Temasek Holdings (Singapura), Qatar Investment Authority (Qatar), dan Abu Dhabi Investment Authority (UEA) yang mengelola dana investasi berskala besar pada berbagai instrumen keuangan terutama pada inovasi teknologi, energi terbarukan serta rantai pasokan barang dan jasa yang dinilai strategis.
Diharapkan dengan adanya BPI Danantara lebih dapat mengoptimalkan kekayaan, mengintegrasikan pengelolaan aset, sehingga kinerja perusahaan menjadi lebih efisien dan transparan. Sehingga bisa berdampak positif bagi perekonomian nasional suatu negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News