Evaluasi Program MBG di Bantul Difokuskan pada Pengawasan

8 hours ago 7

Evaluasi Program MBG di Bantul Difokuskan pada Pengawasan Foto ilustrasi wadah MBG. / Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mulai memfokuskan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada aspek pengawasan menyusul rangkaian kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa dalam sepekan terakhir. Penguatan monitoring akan diperluas hingga tingkat kapanewon untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Langkah ini diambil setelah dua kasus terjadi di wilayah berbeda, yakni di Seloharjo dan di Srihardono, dengan jumlah korban yang cukup besar dalam waktu berdekatan.

Dua Kasus Jadi Dasar Evaluasi
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan kasus pertama terjadi di Seloharjo pada pekan lalu.

“Kejadiannya minggu lalu di Seloharjo, ada enam SD dengan total sekitar 156 siswa. Dugaan sementara dari makanan, tapi tetap kami lakukan uji sampel untuk memastikan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Seluruh siswa di Seloharjo telah tertangani dan kini dalam kondisi membaik.

Kasus berikutnya terjadi di SD Negeri Monggang, di Srihardono, Pundong. Jumlah siswa yang mengalami keluhan bertambah dari 18 menjadi 19 orang.

“Yang di Monggang semula 18, kemudian bertambah satu jadi 19 siswa. Saat ini semuanya sudah kembali ke rumah, tapi sebagian masih belum masuk sekolah karena masih pemulihan,” jelasnya.

Pengawasan Diperluas hingga Kapanewon
Pemkab Bantul memastikan evaluasi tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga diperluas hingga kapanewon dengan melibatkan forum komunikasi pimpinan kapanewon.

“Pengawasan akan kita perkuat di tingkat kapanewon, bersinergi dengan forum komunikasi pimpinan kapanewon. Harapannya bisa lebih intens melakukan monitoring,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini jika ditemukan potensi masalah dalam pelaksanaan program MBG.

Distribusi dan Penyedia Ikut Dievaluasi
Selain pengawasan, Pemkab Bantul juga akan meninjau rantai distribusi makanan hingga keterlibatan penyedia dalam program MBG.

“Bukan hanya kualitas makanan, tapi juga rantai distribusinya akan kita perhatikan. Termasuk keterlibatan penyedia agar semuanya sesuai standar,” ujarnya.

Pastikan Kasus Tidak Meluas
Pemkab Bantul juga memastikan laporan lain di luar dua kejadian tersebut tidak berkaitan dengan program MBG.

“Untuk yang SMK itu bukan karena MBG. Jadi yang terkonfirmasi memang dari dua kejadian itu saja,” tegas Hermawan.

Dengan evaluasi menyeluruh ini, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan lebih aman dan terkontrol, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news