Film Bocah Gaza Masuk Oscar Dilarang Tayang di India, Ini Alasannya

3 hours ago 2

Film Bocah Gaza Masuk Oscar Dilarang Tayang di India, Ini Alasannya Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Film The Voice of Hind Rajab yang menceritakan tragedi kemanusiaan di Gaza yang mendunia dilarang tayang di India. Kebijakan ini langsung memicu sorotan karena dianggap berkaitan dengan dinamika hubungan politik India dan Israel yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan tersebut diambil oleh lembaga sensor film India, Central Board of Film Certification (CBFC), dan menjadi perbincangan hangat di kalangan sineas maupun pencinta film. Pasalnya, film ini sebelumnya mendapat sambutan luar biasa di Venice Film Festival dengan standing ovation selama 23 menit serta meraih Silver Lion Grand Jury Prize.

Selain itu, film garapan sutradara Tunisia Kaouther Ben Hania juga masuk nominasi Golden Globe serta daftar pendek Oscar untuk kategori Film Internasional Terbaik. Namun, pencapaian global tersebut tidak cukup untuk meloloskan film ini dari sensor di India.

Distributor film di India, Manoj Nandwana dari Jai Viratra Entertainment, mengungkap alasan yang diterimanya dari otoritas setempat. Film tersebut dinilai berpotensi “merusak” hubungan diplomatik antara India dan Israel.

"Saya mengatakan kepada mereka: hubungan India-Israel sangat kuat sehingga sungguh bodoh jika berpikir film ini akan merusaknya," kata Manoj Nandwana dikutip dari Euro News, Kamis (26/3/2026).

Kisah Tragis Bocah Gaza yang Mengguncang Dunia

Film The Voice of Hind Rajab mengangkat kisah nyata yang menyita perhatian global, yakni kematian Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun pada 29 Januari 2024 di Gaza. Dalam cerita tersebut, Hind menjadi satu-satunya korban selamat dalam sebuah serangan militer sebelum akhirnya tewas.

Ia sempat melakukan panggilan darurat kepada layanan medis Palestina saat terjebak di dalam mobil bersama jenazah anggota keluarganya. Rekaman panggilan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam film dan memperkuat narasi tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Upaya penyelamatan terhadap Hind tidak berhasil. Sejumlah laporan media dan organisasi HAM menyebut kendaraan tersebut ditembaki ratusan peluru, bahkan saat tim medis mencoba memberikan pertolongan.

Film ini menggabungkan rekaman audio asli dengan adegan dramatik, sehingga menghadirkan pengalaman emosional yang kuat bagi penonton sekaligus menggambarkan dampak konflik terhadap warga sipil, terutama anak-anak.

Kontroversi Sensor dan Isu Politik

Pelarangan film ini memicu kritik dari berbagai pihak di India. Sejumlah kalangan menilai langkah tersebut sebagai bentuk sensor berlebihan yang tidak lepas dari arah kebijakan politik pemerintah di bawah Perdana Menteri Narendra Modi.

Secara historis, India dikenal mendukung Palestina. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hubungan India dengan Israel semakin erat, ditandai dengan kerja sama di bidang pertahanan, teknologi, serta kunjungan resmi tingkat tinggi.

Kasus ini bukan yang pertama. CBFC sebelumnya juga sempat menahan perilisan film lain yang dianggap sensitif secara politik, seperti film Santosh karya Sandhya Suri. Namun, pelarangan terhadap film yang telah mendapat pengakuan internasional luas seperti The Voice of Hind Rajab dinilai jauh lebih kontroversial karena menyentuh isu kemanusiaan yang sensitif.

Meski dilarang di India, film ini telah tayang di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Prancis. Karya tersebut juga didukung produser eksekutif ternama seperti Brad Pitt, Joaquin Phoenix, dan Rooney Mara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news