Guru Besar UII Dukung Aksi Mahasiswa Tagih Janji Reformasi Polri

4 hours ago 2

Guru Besar UII Dukung Aksi Mahasiswa Tagih Janji Reformasi Polri Aksi mahasiswa yang digelar di Mapolda DIY, Selasa (24/2 - 2026), dinilainya murni sebagai upaya menagih komitmen reformasi di tubuh Polri.

Harianjogja.com, SLEMAN—Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Masduki menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa yang kembali turun ke jalan untuk menagih janji reformasi kepolisian kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, aksi publik yang dimotori Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan langkah konstitusional untuk mengingatkan pemerintah atas agenda reformasi Polri yang hingga kini belum terealisasi.

Masduki menilai gelombang aksi mahasiswa merupakan akumulasi kekecewaan publik yang kian menguat. Ia menyoroti tuntutan utama reformasi Polri yang mengemuka sejak meninggalnya Affan Kurniawan pada 2025, yakni desakan pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai telah terlalu lama menjabat.

“Dalam situasi ketika kekecewaan publik semakin besar, aksi-aksi seperti ini justru harus diakomodasi dan didukung sebagai bagian dari kontrol demokratis,” kata Masduki saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Akademisi yang juga inisiator Forum Cik Ditiro itu menegaskan, kekhawatiran terhadap potensi anarkisme tidak seharusnya mengaburkan substansi gerakan. Aksi mahasiswa yang digelar di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026), dinilainya murni sebagai upaya menagih komitmen reformasi di tubuh Polri.

Menurut Masduki, urgensi reformasi semakin menguat seiring munculnya berbagai persoalan di institusi kepolisian. Mulai dari keterlibatan oknum aparat dalam kriminalitas, narkoba, hingga korupsi, serta fenomena perwira tinggi Polri yang menempati jabatan sipil strategis.

“Reformasi Polri sudah tidak bisa ditunda lagi. Penundaan justru membuka ruang bagi kasus-kasus baru yang merusak kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri yang telah dibentuk pemerintah. Menurutnya, jika tim tersebut hanya menghasilkan rekomendasi tanpa langkah konkret dan perubahan kepemimpinan, maka tidak akan menjawab tuntutan masyarakat.

Dukungan dari akademisi senior UII ini mempertegas bahwa tuntutan mahasiswa bukan sekadar dinamika sesaat, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki institusi penegak hukum secara menyeluruh.

Pernyataan Masduki sejalan dengan aksi keprihatinan yang digelar di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026) sore. Dalam aksi bertajuk Salat Gaib dan Tarawih Bersama itu, massa merefleksikan rentetan peristiwa kekerasan aparat yang kembali memakan korban jiwa.

Perwakilan Pengurus HMI Cabang Sleman, MR, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk sikap moral dan refleksi spiritual atas tindakan brutal aparat yang dinilai telah mencederai rasa keadilan publik.

Ia menyinggung sejumlah korban meninggal akibat kekerasan aparat, mulai dari Affan Kurniawan (21), Gamma Rizkynata Oktafandy (17), hingga seorang pelajar MTs berinisial AT (14) asal Kota Tual, Maluku Tenggara.

“Ini adalah ruang ekspresi moral dan spiritual yang terbuka, diikuti berbagai unsur masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan,” kata MR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news